Buah Naga Obat Sariawan Tradisional
Buah naga (Dragon Fruit) kini makin akrab telinga kita. Padahal hingga tahun 2001, buah ini hanya bisa dijumpai di Israel, Australia, Thailand, dan Vietnam. Sekarang, buah ini mudah dijumpai di pasar swalayan di Indonesia.
Anton Mulyadi (40 tahun), tenaga pendidik di sebuah sekolah menengah pertama di Jakarta, setahun lalu sering mengalami gangguan panas dalam. Bila gangguan itu datang, pada langit-langit mulut dan lidahnya timbul seriawan atau sariawan.
Meski mengganggu, Anton tak terbiasa minum obat sebagai penawar. Ia percaya, seminggu lagi sariawan itu akan hilang dengan sendirinya. “Tentu, saya tetap merasa tak nyaman ketika harus mengajar murid-murid,” tuturnya.
Beruntung Anton punya kerabat seorang sinse yang berpraktik di daerah Cikini, Jakarta. Anton disarankan mengunyah sebutir buah naga daging putih masak. Ia melakukan hal yang sama keesokan harinya. Ajaib, luka-luka kecil di lidah maupun di langit-langit mulutnya langsung sembuh.
Sebenarnya buah naga telah lama dikenal oleh masyarakat Cina kuno sebagai buah yang membawa berkah, sehingga sering diletakkan di dekat patung naga di altar klenteng. Buah bernama Cina Feuy Long Kwa ini di Vietnam dikenal sebagai Thang Loy, Keaw Mang Kheon (Thailand), Shien Mie Kuo (Taiwan), Pitahaya (Meksiko), Melano (Hawaii), Rhino Fruit (Australia), di Inggris disebut Dragon Fruit. Di Indonesia, buah ini dikenal dengan nama Bum Naga.
Tanaman ini asli Meksiko, Amerika Selatan bagian utara, dan menyebar ke negara-negara di sekitarnya, termasuk Guyama. Pada awalnya, buah naga dibawa ke kawasan Indocina oleh seseorang berkebangsaan Perancis pada sekitar tahun 1870, dari Guyama, sebagai hiasan. Alasannya sederhana, sosoknya unik dan bunganya cantik berwarna putih. Waktu mekar pada malam tanggal 1 dan 15 kalender Komariah, ia mengeluarkan bau harum.
Suku Aztek, penduduk asli Amerika Tengah dan Amerika Selatan, sudah lama memetik buah naga liar dari hutan sebagai sumber pangan. Sekarang buah naga sudah menjadi komoditas ekspor negara Vietnam. Bahkan, maskapai penerbangan Vietnam Airlines menghidangkan buah ini sebagai pencuci mulut dalam setiap penerbangan ke Eropa.
Empat Jenis
Jenis buah naga ada empat macam. Pertama, buah naga daging putih (Hylocereus undatus). Kulit merah buah ini amat kontras dengan daging putih di dalamnya. Di dalam daging itu bertebaran biji hitam. Jenis ini mudah dijumpai di pasar lokal maupun mancanegara. Bobot rata-rata per buah 400-500 gram, ada juga yang hingga 650 gram.
Buah jenis ini bercita rasa manis bercampur masam segar, mempunyai sisik atau jumbai kehijauan di sisi luar, serta kadar kemanisannya tergolong rendah dibandingkan dengan buah naga jenis lain. Kadar kemanisan 10-13 brik. Tanaman ini sangat cocok ditanam di lahan kering, dan dalam sekali tanam usianya bisa bertahan sampai 20 tahun.
Kedua, buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus). Sosok tanaman jenis ini lebih kekar. Di bagian batang dan cabang, jarak antarduri tampak lebih rapat. Bobot buahnya rata-rata 400-500 gram. Dagingnya berwarna merah keunguan. Kadar kemanisan 13-15 brik.
Ketiga, buah naga daging super merah (Hylocereus costaricensis). Batangnya lebih besar dan berwarna loreng ketika tua. Kulit buah merah dan berjumbai. Ukuran buahnya rata-rata 400-500 gram. Tingkat kemanisan 13-15 brik.
Keempat, buah naga kulit kuning daging putih (Selenicerius megalanthus). Penampilannya khas dengan kulit kuning dan tanpa sisik atau jumbai. Tekstur kulit cenderung halus, seperti apel, sehingga dijuluki kaktus apel. Kadar kemanisan 15-18 brik. Ukuran buah 80-100 gram.
Menurut Djoko Raino Sigit, pengembang tanaman buah naga daging putih di Malang, Jawa Timur, dan Delanggu, Jawa Tengah, untuk menanam buah naga, kita terlebih dahulu menyiapkan tiang penopang karena tumbuhan ini tidak punya batang primer yang kokoh. Dapat digunakan tiang dari kayu atau beton dengan ukuran 10 x 10 cm dengan tinggi 2 meter, yang ditancapkan ke tanah sedalam 50 cm. Ujung bagian atas dari tiang penyangga diberi besi berbentuk lingkaran untuk penopang dari cabang tanaman.
Sebulan sebelum tanam, terlebih dulu dibuat lubang dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak tanam antara 2 hingga 2,5 m. Dalam 1 hektare ada sekitar 2.000 lubang tanam penyangga. Pada setiap tiang atau pohon penyangga itu dibuat 3 hingga 4 lubang tanah dengan jarak sekitar 30 cm dari tiang penyangga. Lubang tanam tersebut kemudian diberi pupuk kandang sebanyak 5-10 kg dicampur dengan tanah.
Tanaman ini bisa diperbanyak dengan cara stek dan biji. Namun, pada umumnya ditanam dengan cara stek. Dibutuhkan bahan batang tanaman dengan panjang 25-30 cm yang ditanam dalam polybag dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.
Setelah bibit berumur kurang lebih 3 bulan, bibit siap dipindahkan atau ditanam di lahan. Dalam 2 tahun pertama, setiap tiang penyangga mampu menghasilkan buah 8-10 buah. Musim panen terbesar buah ini terjadi pada bulan September hingga Maret.
Tiap pohon berumur satu tahun minimal bisa menghasilkan buah sebanyak tiga kilogram. Bila dijual di tempat harganya Rp 27.000 per kg, dan kalau sudah sampai toko buah atau pasar swalayan antara Rp 35.000-400.000 per kg. Tanaman ini mampu berbuah 3 kali setahun.
Persyaratan tumbuh adalah ditanam di dataran rendah, pada ketinggian 20-500 m di atas permukaan laut. Kondisi tanahnya gembur, banyak mengandung bahan organik dan unsur hara, pH tanah 5-7. Sediaan airnya harus cukup karena tanaman ini peka terhadap kekeringan, meski akan membusuk bila kelebihan air. Tanaman ini juga membutuhkan penyinaran cahaya matahari penuh untuk mempercepat proses pembungaan.
Aneka Khasiat
Tanaman yang buahnya berbentuk bulat lonjong mirip buah nanas ini, kaya akan vitamin dan mineral dengan kandungan serat cukup banyak sehingga cocok untuk diet. Dijelaskan Sinse David dari Klinik Cikini, Jakarta, buah naga selain mempunyai nilai ekonomis tinggi, juga berkhasiat. Masyarakat Eropa mempercayai buah naga ini mampu menurunkan kolesterol, menyeimbangkan kadar gula darah, mencegah kanker usus, menguatkan fungsi ginjal, tulang, dan daya kerja otak, meningkatkan ketajaman mata, mengobati keputihan, dan sebagai pelindung kesehatan mulut, termasuk sariawan.
Cara sederhana, buah naga dimakan segar, setelah masak dan empuk. Buah dibelah jadi dua, lalu daging buahnya yang putih bertabur biji hitam kecil diambil menggunakan sendok. Biji buah ini dapat langsung dimakan, seperti biji selasih. Buah naga segar dikonsumsi sebagai penghilang dahaga karena kandungan airnya sangat tinggi, sekitar 90,2 persen dari berat buah.
Pemanfaatan buah ini tak melulu segar. Hasil uji Research Institute of Fruits and Vegetables (RIFAV) di Gia Lam, Ha Noi, Vietnam, buah naga layak dikalengkan. Di California, bunganya dijadikan salad.
Dari beberapa literatur disebutkan, prajurit Spanyol yang menyerbu Amerika Latin meyakini bahwa memakan buah ini dapat mencegah kulit busik. Daging buahnya dapat difermentasi untuk menghasilkan minuman beralkohol.
Buah yang unik ini juga pantas dijadikan buah tangan. Holtikulturis Dr. Elaine Solowey dari Natural Medicine Research Unit (NMRU) di Hebrew University Hadassah Medical Center di Jerusalem, menghadiahi Dalai Lama buah ini usai belajar pengobatan tradisional di Tibet.
Pengobatan Sariawan dengan Tanaman Lebih Aman
Mulut terasa nyeri, tak nyaman, dan di dalamnya muncul luka-luka menganga. Kalau kondisinya sudah begini, makan jadi tak enak, bicara pun jadi setengah \'pelo\'. Itulah akibat ulah seriawan.
Lebih celaka lagi, bila penyakit rongga di mulut ini menimbulkan komplikasi berupa selulitis (radang sel) mulut akibat infeksi bakteri sekunder sariawan, infeksi dental (abses gigi), kanker mulut.
Gejala yang muncul akibat seriawan (atau sering juga disebut sariawan) sebenarnya bisa saja dicegah dengan menjaga kesehatan mulut. Kalau sudah kena, biasanya dilakukan pengobatan dengan preparat antihistamin, antacids, kortikosteroid, atau preparat penyejuk lainnya. Selain itu, juga hindari makanan panas dan pedas yang sering menambah nyeri \"borok\" di mulut tadi.
Daya bunuhnya 5 kali lipat
Dalam ilmu pengobatan tradisional atau alami, dikenal beberapa jenis tanaman yang sering disebut-sebut mampu menyembuhkan seriawan. Sebut saja daun sirih, daun saga telik, batang buah jambu mete, buah ketimun, dan nira aren.
Tanaman tersebut bisa dijadikan obat tunggal. Bisa pula digabungkan, seperti yang telah digunakan sebagai bahan dasar obat seriawan yang telah dijual bebas. Obat tersebut berbahan dasar daun saga telik, daun sirih, dan kulit kayu manis.
Kalau mau praktis, membeli obat tersebut memang tepat. Namun, seandainya di pekarangan kita tumbuh tanaman-tanaman yang memiliki kemampuan menyembuhkan seriawan, tentu lebih praktis bila membuat sendiri. Tinggal petik, diolah menjadi obat, lalu digunakan. Tak perlu lagi repot-repot tancap gas atau naik angkutan umum.
Sebut saja sekarang di halaman rumah tumbuh tanaman sirih (Piper betle L). Untuk menjadikannya obat, kita bisa mengunyah satu sampai dua lembar daun ini sampai lumat. Hasil lumatan dibiarkan beberapa saat dalam mulut, lalu ampasnya dibuang. Atau, berkumur dengan air godokannya. Kalau mau, airnya boleh ditelan. Dalam sehari bisa dilakukan satu sampai dua kali.
Tanaman yang berasal dari India, Sri Lanka, dan Malaysia ini telah dikenal sejak tahun 600 SM. Pada daunnya yang berbentuk bulat telur melebar, elips melonjong, atau bulat telur melonjong dengan pangkal berbentuk seperti jantung dan ujung meruncing pendek ini, terkandung minyak atsiri yang dapat menguap.
Di antaranya yang terbesar chavicol dan betlephenol. Aroma khas dari daun dan minyak sirih itu gara-gara kandungan chavicol tadi. Senyawa ini memiliki daya antiseptik yang kuat dan daya bunuh bakterinya bisa sampai 5 kali lipat fenol biasa.
Daun berukuran panjang 6 - 17,5 cm dan lebar 3,5 - 10 cm ini juga mengandung allylrocatechol, cineole, caryophyllene, menthone, eugenol, dan methyl ether. Bahkan, ia berisikan vitamin C dan alkaloid arakene yang khasiatnya sama dengan kokain. Beberapa tulisan ilmiah juga menyebutkan, daun sirih mengandung enzim diastase, gula dan tanin. Namun, daun muda mengandung diastase, gula dan minyak atsiri lebih banyak ketimbang yang tua. Sementara, taninnya relatif sama.
Senyawa yang membuat daun sirih mampu meredam seriawan memang belum terlacak. Yang pasti, dalam beberapa buku kuno India dan Yunani, seperti dikutip Darwis S.N., disebutkan daun yang merupakan bahan utama menginang ini memiliki sifat styptic (menahan perdarahan), vulnerary (menyembuhkan luka kulit), stomachic (obat saluran pencernaan), menguatkan gigi, dan membersihkan tenggorokan.
Ada pula yang menyatakan daun sirih selain memiliki kemampuan antiseptik, juga mempunyai kekuatan sebagai antioksidasi dan fungisida. Minyak atsiri dan ekstraknya pun mampu melawan beberapa bakteri gram + dan gram -. Bisa jadi di antara kemampuan itulah yang membuat penyakit seriawan tidak betah bertahan.
Saat ini di samping dijadikan salah satu bahan obat seriawan, daun sirih juga digunakan pada kelompok obat saluran pencernaan, sebagai ekspektoran, dan kelompok obat mulut dan gigi pada umumnya. Khusus penggunaannya dalam kelompok obat mulut dan gigi, bisa jadi merupakan hasil penelitian ilmiah berdasarkan pengalaman empiris masyarakat yang menggunakannya sebagai obat sakit gigi, peradangan atau pembengkakan gusi, abses rongga mulut, obat luka akibat pencabutan gigi, atau sebagai penghilang bau mulut. Tentu saja, termasuk juga sebagai obat seriawan.
Bisa ditelan
Dalam mengusir si seriawan, sirih bisa juga dipasangkan dengan daun saga telik atau saga areuy (Abrus precatorius .). Dengan memberi teman pada sirih diharapkan daya gempur terhadap seriawan semakin kuat. Sebab, menurut pengalaman dan hasil penelitian, daun saga pun punya kemampuan seperti daun sirih.
Karenanya, kalau mau menggunakan daun saga telik saja juga bisa. Daun tanaman setengah belukar yang melilit ke kiri dan merambat hingga bisa mencapai ketinggian 5 m bila tidak dipangkas ini, memang termasuk bahan obat seriawan yang bisa menyembuhkan dengan cepat dan aman.
Pemanfaatannya bisa dengan beberapa cara. Di antaranya dengan mengunyah daunnya satu atau dua kali sehari hingga sembuh. Jumlah yang dikunyah ya secukupnya saja. Bisa pula dengan berkumur air godokannya bersama daun sirih.
Atau, dengan meminum air rebusannya. Caranya, dengan merebus 2 ons daun saga dalam 2 l air hingga airnya tinggal setengahnya. Air rebusan inilah yang digunakan untuk berkumur dan ditelan. Rasanya mula-mula pahit, tapi kemudian rasa ini berubah menjadi manis macam kayu manis. Ramuan ini bisa pula diberi potongan kayu manis secukupnya.
Menurut Chiang dkk. (1983), seperti dikutip O. Udin S.D. dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor, daun tanaman merambat yang berbiji sebesar kacang kedelai berwarna merah berbintik hitam ini mengandung abruslactone A., methyl abrusgenate, dan abrusgenic acid.
Sementara, bukti tertulis lain menyebutkan daun tanaman yang dalam daftar prioritas WHO dinyatakan sebagai tanaman obat terbanyak digunakan di dunia ini mengandung glycyrhizin (glisirisin). Kadarnya tak kurang dari 15%. Kurang jelas, apakah asam organik lembut ini yang mampu melawan seriawan atau senyawa lain. Yang pasti, masyarakat telah memanfaatkan daun yang ukurannya mirip daun asam ini sejak lama dan terbukti mampu mengusir \"borok\" kecil dalam mulut.
Awas, kena getahnya!
Meski tak sepopuler sirih dan saga telik, jambu mete (Anacardium occidentale L.), yang sering pula disebut jambu monyet karena buahnya yang menyerupai kepala monyet, ternyata juga cukup mujarab menyembuhkan seriawan. Tapi yang dimanfaatkan bukan buahnya, melainkan tangkai buah yang sudah masak.
Tangkai buah, yang sering juga disebut buah semu, membengkak menyerupai buah pir atau jambu air karena mengandung saribuah dalam jumlah banyak. Bagian ini sering kali digunakan sebagai salah satu bahan rujak. Atau, dimakan sendiri, sembari ngerumpi setelah makan siang, dengan dicocoli sedikit garam. Hati-hati, jangan terpilih yang muda. Buah semu muda masih banyak mengandung getah yang bisa bikin kulit meradang.
Sebaliknya, buah semu jambu mete yang sudah masak mengandung vitamin C dalam jumlah amat banyak. Kandungannya bisa mencapai 180 mg/100 g. Vitamin C yang pekat ini bersifat astringen (menciutkan) luka seriawan, sehingga kadang-kadang dipakai mempercepat penyembuhan seriawan.
Cara memanfaatkannya adalah dengan memakannya seperti buah biasa. Atau, bisa pula seperti yang dilakukan orang Ternate tempo dulu, yakni berkumur dengan air perasannya. Namun, sebaiknya jangan diminum, sebab rasa asam dan vitamin C-nya yang pekat bisa bikin mulas bila perut tak tahan.
Timun (Cucumis sativus L.), yang sering ditemani tangkai buah jambu monyet saat dirujak, diam-diam juga bisa menyaingi sang teman dalam menyembuhkan seriawan. Dengan memakannya setiap hari dalam jumlah cukup banyak, niscaya buah yang memberi rasa dingin di rongga mulut ini mampu meredam \"panas\"-nya seriawan. Kali ini memakannya tentu saja tanpa bumbu rujak atau sambal terasi, supaya mulut tidak malah jadi \"terbakar\".
Seperti dikutip K. Heyne, Voderman dalam Tijdschr. v. Inl. Geneeskundigen 1895 mengaku menyaksikan penderita seriawan, yang berusaha berobat ke Eropa dengan hasil sia-sia. Bahkan, mereka menjadi kekurangan darah. Mereka akhirnya sembuh sempurna setelah setiap hari memakan sembilan buah ketimun selama beberapa bulan sembari melakukan diet ketat terhadap susu, telur, dan anggur.
Sayangnya, senyawa yang dikandung buah yang sangat berair, terutama yang mampu menendang seriawan, belum diketahui akibat sangat langkanya penelitian yang dilakukan.
Sementara itu, nira aren (Arenga pinnata Merr.), yang oleh orang Jawa disebut legen, pun ternyata menurut data empiris bisa mengobati seriawan. K. Heyne mengutip pernyataan Harloff dalam het Geneeskundig Tijdschr. dl I halamam 385 menyatakan nira aren bisa mengobati seriawan dengan hasil yang sering kali menakjubkan.
Untuk itu, penderita mesti minum legen ini tiga gelas setiap hari hingga sembuh. Lagi-lagi, senyawa apa yang menyebabkan kesembuhan seriawan tadi belum terungkap. Yang pasti, cairan yang diperoleh dari tandan bunga jantan pohon aren setelah diiris dan diberi perlakuan fisik ini mengandung kadar gula cukup tinggi, sehingga tidak baik bagi penderita diabetes.
Masih banyak lagi tanaman yang disebut-sebut punya khasiat antiseriawan. Namun, penelitian ke arah itu nampaknya masih belum menarik bagi banyak peneliti. Hal itu nampak dari sangat langkanya hasil penelitian yang bisa dijadikan rujukan.
Untuk sementara, tak ada salahnya mencoba tanaman-tanaman anti seriawan di atas. Selama batasan-batasan pemakaiannya diperhatikan, pengaruh buruk bagi seseorang yang bersamaan waktunya menderita penyakit tertentu bisa dieliminir. Makan jadi enak, bicara pun tak pelo lagi.
Obat Tradisional Sariawan Warisan Leluhur
Temu kunci yang banyak tumbuh liar di hutan jati ini pada dasarnya bisa tumbuh di sembarang tempat asal tidak tergenang air dan terkena panas langsung. Perbanyakan tumbuhan ini dapat dilakukan dengan penanaman rimpang yang sudah tua dan memiliki anak tunas. Selain itu dapat juga dilakukan dengan memisahkan anakan dari tumbuhan dewasa.
Timpang biasanya tumbuh di bawah permukaan tanah secara mendatar dan beruas, sedikit keras, bersisik tipis, dan berbau harum. Anakan rimpang menggerombol kecil di sebelah rimpang induk, menyerupai rangkaian anak kunci. Kandungan kimia yang ada dalam tanaman ini adalah minyak atsiri (terdiri dari kamfer, sineol, metil sinamat, dan hidromirsen), damar, pati, saponin, flavonoid pinostrolerin, dan alipinetin.
Beberapa khasiat temu kunci menurut Prof Hembing Wijaykusuma dalam bukunya Tumbuhan Berkhasiat Obata: Rempah, Rimpang, dan Umbi, adalah sebagai obat sariawan, masuk angin, perut kembung, sukar buang air kecil, gatal-gatal, keputihan, panas dalam, tuberkulosis, dan lain-lain. Untuk mengatasi sariawan, temu kunci segar secukupnya dibersihkan lalu dikunyah-kunyah dan ditelan. Selain itu, temu kunci digabung dengan buah pinang dikunyah-kunyah lalu dibuang.
Obat masuk angin, 15 gram temu kunci, 1 sendok teh adas, dan 2 jari pulasari, dihaluskan lalu digosokkan pada bagian perut, lakukan 1 sampai 2 kali sehari. Mengatasi perut kembung, 5 gram temu kunci, daun temu kunci secukupnya, ditumbuk hingga halus lalu ditempelkan pada perut sebagai tapal.
Sukar buang air kecil, temu kunci, adas, dan pulasari dihaluskan lalu dijadikan tapal atau bedak tebal yang ditempelkan pada perut. Mengatasi gatal-gatl, 10 gram temu kunci, 5 gram temu lawak, 15 gram kunyit, dan 15 gram daun ketepeng cina kering dihaluskan lalu dibalurkan pada bagian tubuh yang sakit.
Sebagai obat keputihan, 10 gram temu kunci, 5 gram kunyit, 5 gram temulawak, dan 15 gram sambiloto kering, direbus dengan 1.000 cc air hingga tersisa 400 cc. Lalu disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc, lakukan dua kali sehari.
Obat panas dalam, 10 gram temu kunci yang dipotong-potong, 25 gram daun kumis kucing segar, dan 20 gram daun sosor bebek segar, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Ramuan disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc, lakukan dua kali sehari. Mengatasi tuberkulosis, 15 gram temu kunci dan 4 gram biji pinang dihaluskan lalu ditambahkan 200 cc air masak, kemudian disaring dan diminum airnya
Obat Tradisional dan Alami untuk Sariawan
Sariawan atau stomatitis adalah radang yang terjadi pada mukosa mulut, biasanya berupa bercak putih kekuningan. Bercak itu dapat berupa bercak tunggal maupun berkelompok. Sariawan dapat menyerang selaput lendir pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi, serta langit-langit dalam rongga mulut. Meskipun tidak tergolong berbahaya, namun sariawan sangat mengganggu.
Sariawan dapat disebabkan oleh kondisi mulut itu sendiri, seperti kebersihan mulut yang buruk, pemasangan gigi palsu, luka pada mulut karena makanan atau minuman yang terlalu panas, dan kondisi tubuh, seperti adanya alergi atau infeksi.
Tanaman yang berkhasiat untuk mengobati sariawan adalah sbb:
* Daun Jambu Biji
Rebus dalam 1 liter air: 1 genggam daun jambu biji segar dan 1 jari kulit batangnya. Saring air hasil rebusan dan minum sehari 2 kali
* Daun Sirih
Petik 1 atau 2 lembar daun sirih. Cuci daun hingga bersih lalu kunyah hingga lumat. Biarkan daun sebentar di dalam mulut; terutama di bagian yang terkena sariawan.
* Rimpang Temu Kunci (bahasa jawa: kunci)
Rimpang temu kunci dapat dii kunyah lalu di telan. Mengunyah irisan rimpang bersama pinang selain dapat menyembuhkan sariawan juga dapat menyembuhkan batuk kering.
Obat Sariawan untuk Bayi dan Balita
1. obat sariawan buat batita (2 th) yg bentuknya diolesin ke sariawannya apa ya namanya ? kalau Mycostatin itu apakah aman buat batita juga (aman tertelan maksudnya ?) atau ada obat tradisional yg lain ? (Li)
2. obat sariawan apa yang manjur buat anak. anakku sering sariawan, sekarang malah parah banget sampe gak mau buka mulut. semalem udah ke udah ke dokter, dikasih mecostatin (udah sering banget pake ini obat) sama antibiotik. maksudku besok² supaya gak perlu ke dokter mulu gara² sariawan, obat bebasnya apa ya? kl madu sering juga dikasih, tp gak tau sering sariawannya ketauannya udah gede aja. udah gak sabar kl dikasihnya cuman madu. Maunya yg cepet tokcer. makasih ya! (Ma)
rasakan agak nyeri.
Jawab
Solcoseryl mbak. Cuman agak susah ngasihnya bentuknya jel butek. Cuman pas aku sendiri yg sariawan, aku pake, enak rasanya gak pedes kayak abothyl. menenangkan banget [Na]
Mycostantin aman utk anak² batita. Malah anak² saya pas masih bayi 8 bln pernah sariawan, dan sama DSAnya dikasih obat ini. Rasanya juga enggak pahit, jadi anak² pasti suka. Apalagi kalo disimpennya di dalam lemari es, pas dipakein rasanya adem banget. Saya juga kalo lagi sariawan pake mycostantin ini. Cukup manjur juga, 2 kali pake, sariawannya trus sembuh. [Ri]
Mbak, kalo aku kena sariawan biasanya aku kasih salep Kenalog yg diolesin ke sariawan-nya. 2-3 hr langsung sembuh, aman tertelan kata dokterku. cuman aku nggak tahu apa Kenalog ini aman buat batita ? coba ditanyain ke DSA-nya [An]
Yang diolesin bisa coba salah satu dari kenalog atau daktarin oral gel khasiatnya sama saja. kalau mycostantin mengobati dari dalam, kalau yg gel mengobati lukanya. [Vi]
Mycostatin obat jamur, bukan untuk sariawan. biasanya dipake untuk lidah putih di bayi. obat lain untuk sariawan, ada Kenalog (tapi harus resep dokter, kecuali klu bisa dapet di pasar). Trus ada juga obat cina, bubukan warna hijau, namanya aku ngga' tau (abis tulisan cina). Rasanya pahit banget. Botolnya kecil mungil. Sebetulnya kalau untuk anak², sariawan cepet sembuhnya. Sel² mereka cepet banget tumbuhnya. Kasih jus buah dan buah banyak² aja. Obat ngga' terlalu ngaruh. take care, [Qu]
Kalau aku dikasih enkasari 1 sdm/hr untuk anakku 2.5 th. Soalnya ramuan enkasari dari bahan alami (sirih / saga/kayu manis) sebetulnya boleh ngga sih? [Ma]
Kalau anaknya udah bisa kumur sih ngga' papa, kalau ditelan sebaiknya jangan, panas di perut. [Ni]
Mbak, enkasari bukannya memang untuk dikumur lalu ditelan? emang ngga' boleh ya- [Ma]
Kalau anakku sudah mulai susah makan, pasti ada masalah sama mulutnya dan aku kasih Mycostatin. Kadang ² kali pakai udah enak lagi makannya. Tapi belakangan aku denger Mycostatin itu termasuk obat antibiotik. Bukannya antibiotik itu selang waktu pemakaiannya nggak boleh sembarangan? Aku jadi takut sembarangan memberikan Mycostatin ini, padahal aku udah merasa cocok sama obat ini. Tolong dong sharing dari moms yang mengetahui mengenai pemakaian Mycostatin ini. [Su]
Mbak Ma, Anakku juga sering sariawan dulu, tapi berdasarkan advise beberapa teman, sekarang udah jarang sekali sariawan. Ada 2 tips untuk pencegahan sbb :
1. Rebusan akar alang², Beli akar alang², biasanya di Hero yang banyak. Direbus terus dikasih gula batu. Simpan di lemari es dan bisa diminumkan setiap saat. Biasanya sekali rebus aku pakai untuk 2 hari. Minuman ini bagus sekali utk mencegah panas dalam yang biasanya menimbulkan sariawan.
2. Lemon Honey (resep dari Australi) Satu jeruk lemon diperas, campur dengan 2 sendok makan madu. Minum 2 kali sehari 1 sendok teh. Simpan di lemari es, bisa untuk 2 hari. Selain untuk meningkatkan daya tahan tubuh, anak juga gak gampang batuk pilek. Semoga berguna ya! (Ir)
Kalo yg. tokcer Abotil, tapi habis dikasih langsung nangis kejer dan takutnya nggak mau lagi diobatin kapan². Yang agak² bersahabat cobain Kenalog Oralbase. Sariawannya tertutupi salepnya. Cuma nggak tau juga boleh buat anak² nggak atau ada nggak yg. versi anak²nya. Anakku pernah pecah bibirnya kejedot kening temennya pas lari², aku kasih itu juga. Cepet kok sembuhnya. Minimal nggak rewel anaknya. (Ri)
Boleh kok mbak, anakku pernah diresepin kenalog in orabase soalnya (St)
Kalau aku biasanya suruh anakku kumur² pake cairan antiseptik spt Bactidol (kebetulannya rasanya strawberry jadi dia suka² aja). Kata eyangnya yg kebetulan apoteker, cara yg paling cepet dan 'manusiawi' (abotil juga cepet tapi sakitnya minta ampun) adalah cairan antiseptik itu. Malah kalau nggak lagi sakitpun kumur² itu bagus utk pencegahan. Aku sendiri kalau tenggorokan udah mulai gatal langsung kumur² bactidol, drpd ke dokter pasti dikasih antibiotik. Kalau sariawan kumurnya di mulut aja tapi kalau tenggorakan gatal ya agak dalam sedikit di kerongkongan. Satu lagi obat sariawan yg menurut aku cukup ampuh adalah obat cina (bentuknya bubuk) namanya lupa, warnya hijau, murah banget, biasanya di toko² kecil/warung suka jual. Aku suka juga pake itu. (In)
Mbak, anakku umur 1 tahun 5 bulan boleh gak minum akar alang-alang nya ? (Ni)
Mbak, menurutku aku , krn itu tumbuh²an dan gak mengandung bahan kimia, gak apa² kali ya. kan sama seperti minum juice buahnya. mungkin kasihnya 1 sendok makan aja dulu, buat perkenalan. biar gak gampang panas. sama dengan ortu jaman dulu, biasanya bayi dikasih kopi 1/2 sendok teh buat nguatin jantung katanya. mbah-ku tuh yg rajin minumin anakku, pas dia lagi ngopi pagi n sore. (Ir)
Mbak, bactidol kalo ketelen bagaimana? soalnya anakku blom jago kumur² baru belajar, kalau gosok gigi masih sering ditelen. (Ma)
Kaya'nya nggak papa deh, asal jangan sebotol! (In)
Obat Alami Sariawan dengan Jambu Air
Jambu air nan ranum dan merah benar2 menggoda dahaga …
Taukah kamu kalo jambu air yang mengandung vitamin C ini berkhasiat juga untuk nyembuhin sariawan?
berawal dr rasa penasaran mengenai manfaat jambu air (ketika itu sedang asyik2nya memanen jambu air di tempat tante ..tiba2 timbullah pertanyaan ini di otakku). Karena setiap makhluk yang diciptakan Allah SWT pasti ada manfaatnya maka isenglah cari di gogle untuk memuaskan rasa ingin tau.
rasakan agak nyeri.
Eh..ternyata buah satu ini bermanfaat buat nyembuhin sariawan. Gini caranya :
Kulit batang jambu air kira2 10 gr (yg masih muda), dicuci & ditumbuk halus ditambah setengah gelas air matang dan disaring. hasil saringan digunakan berkumur.
Khasiat atau tidaknya ramuan ini, ya mending dicoba saja..soalnya saya juga blm mencoba..
Tapi semoga berkhasiat, soalnya sariawan termasuk penyakit yg sering mampir di keluargaku.
Penyakit Sariawan Membuatku Jadi Males
Beberapa hari ini pangeran terlihat murung dan sesekali ketauan sedang mengeluh karena sakit di mulutnya.
Ternyata pangeran Rendra sedang sariawan..
***********
Iya neh uda hampir seminggu gw ngidap penyakit yg tidak lazim , yaitu sariawan..( tidak lazim ?%&#@??? )
Rasanya uda males banget buat buka mulut, apa lagi buat makan.. begh nyiksa bgt..
Terpaksa Tiap hari gw harus nentengin adem sari kesana kemari..
Gara2 sariawan ini, gw juga jarang ngomong, jadi imbasnya dunia serasa kurang berwarna karena gw ngga bisa banyak bergelak tawa (ngaco maneh )
Akhirnya iseng2 browsing intenet, nyari2 obat yg cocok buat sariawan..dan ini yg gw dapet :
Banyak penelitian menunjukkan jika faktor psikologis, seperti emosi dan stress merupakan faktor penyebab terjadinya sariawan. Selain itu, kondisi lain yg juga menyebabkan memicu terjadinya sariawan adalah :
1. Kekurangan vitamin B, vitamin C, dan zat besi (prasaan tadi siang uda makan besi )
2. Luka tergigit pada bibir atau lidah akibat susunan gigi yang tidak teratur (padahal uda dirapiin ma kawat jemuran )
3. Luka karena menyikat gigi terlalu keras atau bulu sikat gigi yang sudah mengembang (pantes aja, coz gw sering pake sikat kamar mandi )
4. Alergi terhadap suatu makanan (seperti cabai atau nanas, atau dll)
5. Gangguan hormonal (seperti sebelum atau sesudah menstruasi) -> ?@?$%#$%+?^&*
6. Adanya infeksi oleh mikroorganismet (sereeemmm…
Cara pencegahan :
1. Menghindari kondisi stress
2. Sering mengonsumsi buah dan sayuran, terutama yang mengandung vitamin B, vitamin C, dan zat besi
3. Jaga kesehatan atau kebersihan gigi dan mulut
4. Hindari makanan dan obat - obatan yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada rongga mulut
5. Hindari makanan terlalu panas dan pedas
Pengobatan secara alami :
1. 11 kuntum bunga belimbing asam, asam jawa, dan gula merah.. Rebus bersama - sama dengan dua gelas air sampai mendidih hingga tinggal satu gelas. Minum pagi dan sore.
2. Berkumur dengan air hangat yang sudah dicampur garam
3. Daun sirih. Dapat dikunyah langsung atau daun direbus terlebih dahulu. Air hasil rebusan setelah disaring dapat diminum. Dalam daun sirih terdapat antioksidan dan pembunuh bakteri sehingga membuat sariawan tidak betah lama - lama.
Kunyit Bisa Menolong :
Kunyit atau dalam bahasa Jawa disebut kunrir, bisa menolong meringankan siksaan sariawan. Bahkan mengonsumsi kunyit bisa mencegah. Caranya gampang, yakni sbb :
1. Ambil sekitar 2 ruas kunyit, lalu parut hingga halus
2. Beri sedikit air putih matang, kira - kira 2 sendok makan
3. Saring dan tambahkan sedikit madu
4. Lalu minum teratur tiga kali sehari. Langkah ini bisa mempercepat penyembuhan sariawan
….
Mo nyobain dlu ah..
tapi nyari obatnya yg gratisan aja, minta air anget ma garem ma tetangga, paling modal cuma malu2in aja ,,jiagagaggaa..
7 Ramuan Obat Tradisional Penyakit Sariawan
Sariawan disebabkan oleh kurangnya zat besi, vitamin B12, vitamin C, tetapi dapat juga timbul karena stress, atau tergigit oleh gigi ketika makan.
Pengobatan (Pilih salah satu ramuan obat tradisional di bawah ini):
Ramuan Obat Tradisional 1 :
Rebus 5 lembar daun sirih segar dengan air secukupnya. kemudian air rebusanya diminum selagi hangat.
Pemakaian : secara teratur 2 kali sehari.
Ramuan Obat Tradisional 2 :
30 gram daun ketepeng cina direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc airnya diminum selagi hangat.
Pemakaian : secara teratur 2 kali sehari.
Ramuan Obat Tradisional 3 :
Daun kembang merak secukupnya direbus dengan air secukupnya kemudian airnya digunakan untuk berkumur-kumur.
Pemakaian : secara teratur 2 kali sehari.
Ramuan Obat Tradisional 4 :
3 jari asam jawa (dibuang bijinya) dan gula merah secukupnya rebus dengan air secukupnya. Rebusan disaring, airnya diminum selagi hangat.
Pemakaian : secara teratur 2 kali sehari.
Ramuan Obat Tradisional 5 :
30 gram daun kembang sepatu dicuci bersih, potong-potong, lalu seduh dengan 100 mL air mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring.
Pemakaian : Minum 3 kali sehari, masing-masing 100 mL.
Ramuan Obat Tradisional 6 :
Cuci bersih 20 gram kunyit yang telah diiris-iris, 20 gram asam jawa tanpa biji, dan 20 gram daun saga segar. Potong-potong semua bahan, lalu seduh dengan 500 mL air hingga tersisa 200 mL. Setelah dingin saring.
Pemakaian : Minum 2-3 kali sehari
Ramuan Obat Tradisional 7 :
Cuci bersih 3 lembar daun sirih, kunyah sampai lumat dan biarkan di dalam mulut beberapa menit.
Pemakaian : Telan air hasil mengunyah dan buang ampasnya. Lakukan 3 kali sehari.
http://www.tanaman-obat.com/artikel-obat-tradisional/282-obat-tradisional-sariawan
Obat Sariawan untuk Bayi, Obat Sariawan untuk Balita
Sariawan memang tak hanya menyerang orang dewasa, anak kecil bahkan bayi yang berusia 6-24 bulan dapat terjangkit penyakit ini.
Pada bayi, umumnya sariawan disebabkan oleh jamur. Sedang pada balita disebabkan akibat trauma dan jamur. Ada 3 jenis sariawan yang kerap menyerang anak, yaitu:
1. Stomatitis apthosa
Sariawan ini akibat adanya trauma, misalnya tergigit atau terkena sodokkan sikat gigi hingga luka atau lecet. Bila kuman masuk dan daya tahan tubuh menurun, maka luka menjadi infeksi. Biasanya timbul peradangan dan rasa sakit atau nyeri. Untuk kebaikan si kecil, pilihlah sikat gigi yang lembut dan bersihkan gigi secara benar untuk mengurangi potensi luka.
Sedang pada orang dewasa, sariawan kerap dipicu oleh pemakaian pasta gigi yang mengandung SLB (Sodium Lauryl Sulfate). Zat ini juga ditemukan pada floor cleaners, hand soaps, bahkan shampoo. Jadi SLS adalah sejenis detergen, sehingga pilihlah pasta gigi yang tidak mengandung SLS.
2. Oral thrush/moniliasis
Disebabkan oleh jamur candida albican yang biasanya dijumpai dan bersarang di lidah. Pada keadaan normal, jamur memang terdapat dalam mulut. Tapi saat daya tahan tubuhnya menurun, serta penggunaan obat antibiotik yang berlangsug lama atau melebihi jangka waktu pemakaian, akan memudahkan jamur candida albican tumbuh melebihi normal.
3. Stomatitis herpetic
Disebabkan virus herpes simplek dan berlokasi di bagian belakang tenggorokan. Sariawan ditenggorokan terjadi jika ada virus yang sedang mewabah dan daya tahan tubuh sedang rendah.
Sariawan jenis stomatitis herpetic dan stomatitis apthosa biasa terjadi pada anak-anak, sementara anak balita lebih banyak mengidap sariawan jenis moniliasis.
Tergantung Frekuensi
Ada anak yang sering terkena sariawan, ada pula yang jarang. Bagi yang sering, biasanya dalam sebulan terkena 2-3 kali. Proses penyembuhannya pun cukup lama, rata-rata 7-9 hari atau 2 minggu.
Sedangkan yang jarang, umumnya baru mengalami sariawan sekitar 2-3 bulan sekali. Sariawan pada bayi dan balita lebih sering terjadi di bibir, lidah, pipi bagian dalam (mukosa), dan tenggorokan. Biasanya hanya satu atau dua titik saja.
Gejala sariawan
Pada bayi, gejala sariawan berupa suhu badan meninggi hingga 40 derajat Celcius, mengeluarkan air liur lebih dari biasa, rewel, tak mau makan atau makanan dimuntahkan, tak mau susu botol bahkan ASI, dan gelisah terus. Biasanya disertai dengan bau mulut yang kurang sedap, akibat kuman atau jamur. Sedangkan pada balita, kadang suhu yang naik tak terlalu tinggi dan nafsu makannya berkurang.
Gejala yang mudah dikenali, adalah lidah yang menjadi agak licin, berwarna kemerah-merahan, timbul luka dibagian bawah dan pinggir atau pada belahan bagian tengah lidah. Pada pipi bagian dalam tampak bintik-bintik putih, terkadang terdapat benjolan kecil yang dapat pecah sehingga mulut terasa perih.
Penanganan yang diberikan:
Sariawan dapat sembuh dengan sendirinya, kecuali sariawan akibat jamur yang harus diobati dengan obat antijamur. Masa penyembuhan relatif lama, yaitu seminggu. Jika tak segera diobati, dapat berkelanjutan meski hanya menyebar di sekitar mulut saja. Tapi jamur yang tertelan dan melewati pembuluh darah, juga bisa menyebabkan diare.
Saat sariawan, biasanya si kecil enggan makan atau minum. Berikut kiat untuk membantunya mendapatkan asupan yang dibutuhkan:
- Suapi makannya dengan menggunakan sendok secara perlahan-lahan. Usahakan minum menggunakan sedotan dan gelas, untuk menghindari kontak langsung dengan sariawan serta tak menimbulkan gesekan dan trauma lebih lanjut.
- Berikan makanan yang bertekstur lembut dan cair, pada intinya yang mudah ditelan dan disuapi. Hindari makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin, agar tidak menambah luka.
- Makanan yang banyak mengandung vitamin C dan B serta zat besi, dapat memercepat proses penyembuhan. Misalnya buah-buahan dan sayuran hijau. Kekurangan vitamin C dapat memudahkan si kecil mengalami sariawan.
- Olesi bagian yang sariawan dengan madu.
Jika telah diberi obat, biasanya obat kumur, tetapi tak juga sembuh, kemungkinan ada penyebab lain. Misalnya kuman yang telah bertambah, pemakaian obat dengan dosis tak tepat, atau cara memberi makanan yang membuat sariawan si kecil kembali mengalami trauma di lidah.
Bisa juga lantaran daya tahan tubuh anak yang rendah. Biasanya anak yang sering sariawan, lebih banyak akibat daya tahan tubuhnya rendah dan kebersihan mulut dan gigi yang tak terjaga.
Obat Sariawan Yang Sangat Manjur
Ibu saya berusia 43 tahun, punya penyakit menahun (sudah lebih 10 tahun) menderita penyakit sariawan di rongga mulutnya. sering kambuhan. Belum sembuh yang lama sudah muncul baru. Bahkan bisa muncul lebih dari satu sariawan dalam mulutnya sehingga ibu saya merasa selalu kesakitan dan tidak nyaman pada saat makan.
Sudah ke dokter juga, tapi hanya disarankan banyak minum air dan makan sayuran. Sebenarnya apa penyebab sariawan? Apakah bisa sembuh total? Bagaimana cara penyembuhannya?
Terimakasih
Retno
Jawab:
Terimakasih atas kepercayaan ibu terhadap kami. Sebelumnya kami mohon maaf jika ada kata-kata kami di email ini yang kurang berkenan di hati Anda.
Kesembuhan datangnya hanya dari Allah SWT, sebagai manusia kita hanya wajib berusaha.
Tentang penyebab dan terapi untuk sariawan yang menahun (kronis),
1. Jika akibat jamur, bisa diberi fluconazol 1 x 200 mg selama 7 hari.
2. Jika akibat radang, diberi salep kenalog, dioleskan 2 x 1 sampai sembuh.
Pada kasus tersebut, karena sudah menahun (sudah lebih 10 tahun), sering kambuhan, dan bisa muncul lebih dari satu sariawan dalam mulut, maka kemungkinan akibat jamur dan radang, atau ada komplikasi dari penyakit lainnya. Saran kami:
1. Diberi fluconazol 1 x 200 mg diminum selama 7 hari.
2. Diberi salep kenalog, dioleskan 2 x 1 sampai sembuh.
3. Sementara hindari makanan (dan minuman) yang terlalu pedas, terlalu asin, terlalu manis, terlalu panas.
4. Perbanyak mengkonsumsi jus tomat, apel, jeruk, wortel, dsb. Namun jangan terlalu manis.
5. Usahakan tetap makan dan minum, bisa sedikit-sedikit namun sering. Jangan sampai tidak makan atau minum sama sekali.
6. Iringilah usaha di atas dengan kepasrahan total kepada Allah, perbanyak doa, dan beribadah dalam artian luas (berbuat baik, membantu sesama, memberi nasihat dalam kebaikan, dsb).
7. Jika belum ada perbaikan, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit/dalam (interna) terdekat di kota Anda.
Adapun beberapa pilihan tanaman obat yang dapat digunakan untuk mengatasi sariawan, misalnya:
* Daun Jambu Biji
Rebuslah dalam 1 liter air: 1 genggam daun jambu biji segar dan 1 jari kulit batangnya. Saringlah air hasil rebusan dan minum 2x sehari.
* Jambu Air
Kulit batang jambu air sekitar 10 gr (yang masih muda), dicuci, dan ditumbuk halus ditambah setengah gelas air matang dan disaring. hasil saringan digunakan untuk berkumur.
* Jambu Biji
Ambil jambu biji merah yg matang ditambah dengan 1 buah tomat (kalau bisa yang brwarna merah) lalu di jus. Minumlah 3 x sehari.
* Daun Sirih
Petik 1 atau 2 lembar daun sirih. Cuci daun hingga bersih, lalu kunyah sampai lembut. Biarkan daun sebentar di dalam mulut, terutama di bagian yang terkena sariawan.
* Rimpang Temu Kunci (nama lainnya: kunci)
Rimpang temu kunci dikunyah lalu ditelan. Mengunyah irisan rimpang bersama pinang selain mengobati sariawan juga dapat mengobati batuk kering.
Demikian analisis dan saran dari kami. Kebenaran itu datangnya dari Allah SWT semata dan kesalahan itu murni dari keterbatasan kami sebagai manusia biasa.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kasih sayang dan rahmatNya kepada kita semua. Amin.
Waswrwb.
Dr. Dito Anurogo
Konsultan Kesehatan di www.NetSains.com
Obat Herbal untuk Penyakit Sariawan
Kandungan vitamin C pada daun saga efektif sembuhkan sariawan.
Menderita sariawan atau stomatitis apthosa sungguh menyiksa. Radang yang terjadi di daerah mukosa mulut berupa bercak putih itu bahkan bisa membuat Anda malas makan dan bicara.
Ada berbagai cara untuk menyembuhkan sariawan. Salah satunya adalah dengan meracik obat herbal berbahan dasar tanaman saga.
Tanaman dengan nama latin Abrus Precatoris ini termasuk jenis tumbuhan liar yang hidup di semak belukar atau biasa dijadikan tanaman pekarangan. Tanaman saga, terutama daun dan akarnya, mengandung protein, vitamin A, B1, B6, C, kalsium oksalat, glisirizin, flisirizinat, polygalacturomic acid, dan pentosan.
Selain sariawan, tanaman saga juga berkhasiat menyembuhkan amandel dan radang pada mata. Berikut resep mujarab berbahan saga.
1. Sariawan
Bahan: daun saga secukupnya
Cara membuat: daun saga yang masih baru dipetik dijemur beberapa menit agar agak layu.
Cara menggunakan: dikunyah-kunyah sampai halus sambil untuk kumur.
2. Amandel
Bahan: akar saga secukupnya, sepotong kayu manis, dan gula batu secukupnya.
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal menyisakan air separuhnya.
Cara menggunakan: disaring dan diminum satu gelas setiap pagi dan sore.
3. Radang Mata
Bahan: segenggam daun saga
Cara membuat: daun saga digiling halus, kemudian direbus dengan dua gelas air untuk diambil uapnya. Cara menggunakan: uap air daun saga tersebut dipakai untuk obat tetes mata. (pet)
Sumber:
Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti
http://kosmo.vivanews.com/news/read/150546-obat_herbal_pembasmi_sariawan
