Tampilkan postingan dengan label Penyebab Sariawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyebab Sariawan. Tampilkan semua postingan

Penyebab, Gejala dan Cara Perawatan Sariawan

sariawan-aphtous stomatitis-canker soresSariawan merupakan suatu lesi atau kelainan yang berbentuk ulser (borok) yang terdapat di dalam rongga mulut. Kelainan ulser ini ada berbagai jenis, namun yang paling sering dialami orang adalah jenis aphtous stomatitis atau canker sores. Apa penyebab sariawan? Apa gejala sariawan? Dan bagaimana perawatan sariawan?


Penyebab Sariawan
Lesi sariawan biasanya terdapat pada mukosa bibir, pipi, lidah, langit-langit lunak, dan dasar gusi. Penyebab dari sariawan masih belum jelas, namun banyak teori yang menyebutkan bahwa sariawan berhubungan dengan masalah kekebalan tubuh.

Beberapa jenis penyakit, kurang asupan nutrisi (khususnya zat besi dan vitamin B12), alergi, trauma (misalnya tergigit), stres, dan perubahan hormonal (siklus menstruasi) juga dapat memicu timbulnya sariawan.


Gejala Sariawan
Sariawan dapat muncul dalam bentuk lesi yang berukuran yang kecil, besar, ataupun dalam jumlah yang banyak. Lesi sariawan juga dapat muncul berulang kali atau istilahnya disebut rekuren.

Sebelum terbentuk lesi ulser, daerah yang meradang biasanya terasa perih seperti tertusuk ataupun terbakar. Setelah 2 atau 3 hari kemudian terbentuklah lesi ulser pada daerah yang meradang tersebut.

Rasa sakit akibat sariawan yang berukuran kecil biasanya akan hilang antara 7 sampai 10 hari, dan lesi ini akan sembuh secara sempurna dalam waktu 1 sampai 2 minggu. Namun, apabila ukuran lesi sariawan cukup besar biasanya lesi membutuhkan waktu mulai dari beberapa minggu sampai beberapa bulan untuk sembuh.

Sariawan yang tidak sembuh dalam waktu 1 minggu sebaiknya segera dikonsultasikan dengan dokter gigi. Karena ada beberapa penyakit lain yang lebih berbahaya yang bentuk lesinya mirip dengan sariawan, termasuk penyakit berbahaya seperti kanker mulut.


Perawatan Sariawan
Perawatan sariawan lebih terfokus kepada pengurangan gejala rasa sakitnya. Berkumur dengan air hangat dan makan makanan yang lunak dapat mengurangi rasa tidak nyaman akibat sariawan.

Beberapa obat yang dioleskan pada lesi juga bisa melindungi lesi dari iritasi, di antaranya obat-obatan orabase. Bila perlu, dokter gigi dapat meresepkan obat-obatan ini.

Berkumur dengan obat kumur yang bersifat antimikroba juga dapat dilakukan untuk menghindarkan lesi dari infeksi, sehingga proses penyembuhannya pun akan lebih cepat.

Untuk mempercepat masa penyembuhan sariawan Anda juga dapat mengkonsumsi vitamin C yang berperan dalam perbaikan jaringan.

Untuk sariawan yang berukuran cukup besar, biasanya lesi diobati dengan cara mengaplikasikan obat-obatan steroid. Obat-obatan ini dapat mempercepat proses penyembuhan dan mencegah lesi agar tidak bertambah besar.
»»  Baca Selengkapnya...

Saat Sariawan Menyerang Anda

Siapa yang tidak pernah mengalami penyakit yang satu ini, hampir 98% manusia di dunia ini pernah mengalami penyakit stomatitis atau yang lebih dikenal dengan sariawan. Penyakit ini memang bukan termasuk penyakit ‘berat’, namun kehadirannya sangat mengganggu aktifitas Anda.

Walaupun termasuk dalam golongan penyakit ringan dan mudah diobati, ternyata sariawan ini bisa juga dikatagorikan penyakit berat jika tidak segera diobati. Sariawan yang tergolong berat biasanya timbul bersamaan dengan penyakit-penyakit lainya, seperti alergi (Sindroma Steven’s Johnson) atau kekurangan vitamin C (scorbut).

Gejala-gejala yang timbul jika Anda atau keluarga terkena sariawan adalah terjadinya radang, nyeri (sakit kepala), demam, bengkak dan rasa panas di tempat luka. Sariawan biasanya muncul dalam bentuk luka-luka bundar berwarna putih, disertai ruam merah di sekitar luka yang meradang.
Sariawan bisanya terjadi karena kondisi mulut itu sendiri, seperti kebersihan mulut yang buruk, pemasangan gigi palsu, luka pada mulut karena makan atau minum yang terlalu panas atau sangat asam dan gusi yang tergigit sehingga terluka dan tubuh kekurangan vitamin C.

Memang kasus sariawan tidak lepas dari kekurangan vitamin yang satu ini, karena jika seseorang kekurangan vitamin ini akan mengakibatkan jaringan di dalam rongga mulut dan jaringan penghubung antara gusi dan gigi menjadi mudah robek yang akhirnya menyebabkan sariawan.

Sariawan bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi yang berusia 6-24 bulan sampai dengan orang dewasa. Jika Anda terserang sariawan Anda pun akan merasakan susahnya mengunyah makanan dan yang pasti akan terasa perih. Duh seram yah, orang dewasa saja merasa kesakitan apalagi jika hal itu terjadi pada anak Anda yang masih balita? Aduh kasihan ya.

Untuk mengatasi sariawan memang mudah karena banyak di pasaran yang menjual obat sariawan mulai dari salep sampai obat kumur. Biasanya sariawan akan hilang dalam jangka waktu 2-3 hari dan Anda pun bisa menikmati lezatnya makanan yang Anda makan. Tapi keadaan justru terbalik, jika sariawan timbul karena penyakit tertentu makan penanganannya pun berbeda.

Dari sekian banyak obat sariawan yang ada di pasaran, cara alami yang sangat ampuh dan murah meriah adalah dengan banyak mengkonsumsi sayur dan buah, karena banyak sekali vitamin C yang terkandung di kedua jenis makanan tersebut.

»»  Baca Selengkapnya...

Sariawan Penyebab dan Cara pengobatannya

Sariawan , stomatitis, oral trush, afte recurens, moniliasis oral, jamur mulut banyak istilah lagi yang merujuk pada keadaan peradangan di rongga mulut termasuk lidah. Penyebabnya apa? bagaimana pengobatan sariawan itu? lama atau cepat sembuh dak? minum adem sari berpengaruh dak? Apa pengaruh merokok terhadap sariawan? semoga jawaban saya di di bawah ini bisa menjawab walau tidak semuanya. bila anda menderita sariawan atau stomatitis semoga lekas sembuh

Dr. Fajar Rudy Qimindra

Http://fajarqimi.com atau http://konsultasikesehatan.net

Dokter umum RS Pertamina Balikpapan

 obat, obat sariawan, penyebab sariawan, sariawan mulut, anak sariawan, mengobati sariawan, obat sariawan tradisional, obat untuk sariawan, sariawan bayi, sariawan lidah

Pertanyaan :

Dok, saya menderita sariawan sudah cukup lama, lebih dari 6 bulan. Terkadang sembuh tetapi tak lama lagi muncul lagi. Saya sudah berobat , namun hasilnya menurut saya belum maksimal. Kira kira penyebabnya apa ya.Dok? Apa ada kaitannya dengan kebiasaan merokok?

Jawab :

Terima kasih atas pertanyaan Bapak.

Sariawan memang suatu penyakit yang sering dijumpai dalam sehari- hari dan sangat mengganggu.Dalam istilah kedokteran sariawan di kenal dengan ‘sariawan’, stomatitis ini merupakan proses peradangan pada rongga mulut.Ada beberapa sifat unik dari jaringan mulut, seperti banyak pembuluh darah, sering terkena trauma/ perlukaan, dan terdapat sel – sel yang daya regenerasinya cepat. Beberapa sifat inilah yang memudahkan proses penyembuhan sariawan tetapi juga rentan untuk kambuh kembali.

Beberapa penyebab yang sering antara lain:

1. Afte Rekuren/ sariawan yang kambuh

Luka pada permukaan (mukosa) mulut yang tersering adalah ulkus. Ulkus ini berupa jaringan yang menggaung dan mempunyai dasar. Sifatnya tiba – tiba muncul, nyeri, bias tunggal atau berkelompok.

Faktor pencetusnya bisa berkaitan dengan defisiensi/ kekurangan vitamin dan mineral, faktor stress, merokok atau ada suatu kelainan pada sistem pencernaan.

2. Kandidiasis oral/ moniliasis.

Sariawan jenis ini disebabkan oleh jamur. Sariawan jenis ini sering terjadi pada bayi dan usia sangat lanjut. Jamur ini bisa tumbuh di mulut karena oral hygiene/ kebersihan mulut dan gigi yang jelek, atau berkaitan dengan pengobatan antibiotika jangka panjang ataupun yang menekan imun tubuh ( imunosupressi ).

Bercak kecil, berwarna putih, dan bulat merupakan khasnya kelainan ini.

3. Stomatitis Bakteri/ Virus

Sariawan yang disebabkan bakteri/ virus jarang terjadi. Kalau terdapat gejala seperti halitosis/ bau mulut yang khas, sakit tenggorokan, dan mudah berdarah pada lukanya maka ini bisa mengarah pada kelainan yang disebabkan oleh bakteri/ virus.

4. Stomatitis Nicotina

Sariawan yang khas ini menyerang perokok berat yang biasanya menggunakan cerutu/ pipa. Daerah mulut yang terkena hanya terbatas pada daerah yang terkena uap rokok seperti daerah langit- langit mulut. Hilang timbulnya penyakit ini sangat tergantung pada frekuansi kebiasaan merokok.

Pengobatan Sariawan atau Stomatitis, Oral trush

Bila penyebab sariawan dapat diketahui maka hasil pengobatannya bisa memuaskan.

Pengobatan secara umum adalah

· Menghilangkan penyebabnya seperti anemia, avitaminosis (kekurangan vitamin dan mineral), dan infeksi berat.

· Menghindarkan penyebab seperti kebiasaan merokok, bumbu masak yang merangsang, makan makanan yang panas, dan menjaga kebersihan gigindan mulut.

Pengobatan secara lokal di mulut bisa memakai obat- obatan yang diminum atau yang dikumur sehingga mengurangi keluhannya.

Semoga keterangan ini bisa bermanfaat dan menjelaskan keadaan sakit Bapak .

Terima kasih.

Artikel ini dimuat di harian kaltim Post 29 april 2007, di rubrik Celoteh konsultasi kesehatan

»»  Baca Selengkapnya...

Beberapa Penyebab Seseorang Menderita Sariawan

Bulan April 2007 lalu, aku menderita sariawan yg cukup parah, karena baru sembuh setelah 3 minggu menderita.sedih Jika Hendro pernah menulis tips mengatasi memerangi sariawan, nah yg ingin aku tulis adalah penyebab sariawan, setidaknya dari pengalamanku dan orang2 yg aku ketahui.

 obat, obat sariawan, penyebab sariawan, sariawan mulut, anak sariawan, mengobati sariawan, obat sariawan tradisional, obat untuk sariawan, sariawan bayi, sariawan lidah


Beberapa penyebab seseorang menderita sariawan, antara lain:
1. Telat makan.
Efek terlambat makan tidak hanya sakit maag, namun juga sariawan. Aku sendiri pernah mengalaminya. Untungnya aku tidak punya sejarah sakit maag, namun begitu...jika terlambat makan selama beberapa hari (let's say...2-3 hari) secara berturut-turut, biasanya pada hari keempat akan mulai muncul bibit2 sariawan, minimal benjol2 kecil berwarna kemerahan.

Solusinya? Jelas...tidak lain dan tidak bukan adalah memperbanyak pasokan makanan dan HARUS TERATUR...!!

2. Maniak kerja, sehingga telat makan.
Ini juga terkait dengan poin 1. Kalo sudah asyik kerja, biasanya telat makan atau malah lupa makan. Akibat ketidak teraturan masuknya makanan, perut akan mengalami 'shock' dan ujung2nya sariawan. Menurutku, 'masih untung' jika menderita sariawan jika telat makan, daripada sakit maag.

Solusinya? Sediakan cemilan di tempat kerja atau di tas, sehingga perut senantiasa terisi (tidak kosong).

3. Masuk angin.
Percaya atau tidak, bagi beberapa orang, masuk angin menyebabkan dia menderita sariawan. ADa yg bilang masuk angin disebabkan telat makan (poin 1). Buat mereka, solusinya tidak hanya makan yg cukup/tepat waktu, namun kadang kerokan/pijat menjadi obat juga untuk menyembuhkan masuk angin (dan sariawan).

4. Terlalu banyak makan pedas.
Meski sambal/cabe mengandung banyak vitamin C, tapi konsumsi yg berlebihan akan membuat perut (usus) menderita. Akibatnya usus akan melakukan 'reaksi' balik yg mengakibatkan sakit sariawan.

Solusinya jelas, kurangi makan pedas. Jika perlu perbanyak makan sayur.

5. Kurang istirahat.
Sedikit banyak terkait dg poin 2, yakni maniak kerja. Aku pernah sariawan akibat kurang istirahat. Normalnya, aku tidur sehari semalam berkisar 4-6 jam. Satu waktu aku tidur hanya 2-3 jam, itupun tidak cukup pulas/nyenyak. Ini terjadi selama 2-3 hari berturut-turut. Dan pada hari kelima, muncul luka sariawan.

Solusinya adalah menambahkan waktu istirahat. Jika perlu hari Sabtu atau Minggu menjadi hari balas dendam istirahat...tidur seharian jika perlu.ngakak

6. Tergigit.
Nah, kalo ini terjadi saat kita asyik makan, apalagi makanan favorit. Keasyikan mengunyah (apalagi sambil ngobrol ngalor ngidul) akan membuat kita akan menggigit bibir/lidah kita secara tidak sengaja. Jika terjadi beberapa kali dan di tempat yg sama, bisa dipastikan luka sariawan akan kian cepat muncul.

Solusinya makanlah dg hati2 dan kurangi ngobrol.

7. Ciuman.
Salah satu penyebab sariawan, yg menurutku rada konyol. Cerita temanku, saking harotnya (semangat alias hot) ciumannya dia dengan pasangannya (psstt...jangan salah, mereka suami istri lho..), katanya selesai French Kiss (wah, aku sendiri ndak ngerti istilah itu lho...siyul2) kok bibirnya/lidahnya terasa sakit. Ternyata sariawan muncul di situ.

8. Mulut kurang bersih. (thx buat Fajri, yg ini emang ketinggalan ditulis)
Ini terjadi karena...ya jelas, mulutnya kurang bersih. Jarang gosok gigi. Meski demikian, penyebab ini jarang aku alami.

Solusinya, ya jelas...gosok gigi lah...

Aku sendiri punya solusi yg cukup ampuh untuk menyembuhkan sariawan, yakni:
1. Makan cabe.
Jika sariawan BUKAN disebabkan karena terlalu banyak makan yg pedas (poin 4), maka aku segera makan cabe. Perih? Oh...ga usah ditanya betapa perihnya...tapi biasanya cukup ampuh. Hanya saja, belakangan ini metode ini sudah tidak cukup efektif. Penyebabnya, sariawan yg aku derita kian KEBAL. Jika dulu makan 2-3 cabe sudah cukup (bisa menyembuhkan), maka sekarang kadang hampir 10 cabe tidak cukup mengusir sariawan.

Biar lebih cepat sembuh, saat makan cabe, coba cabenya diarahkan ke luka sariawannya. Kalo perlu teriak, teriak dah...tapi biasanya ampuh lho.cekikikan

2. Tidur/istirahat dan makan yg cukup.
Tambahkan 1-2 jam istirahat selama seminggu, insya ALLOH akan sembuh. Tidak lupa makan yg cukup (terutama gizi harus memadai).

3. Pake albothyl.
Jangan kuatir, adanya campuran air keras di albothyl hanyalah HOAX belaka. Perihnya mungkin sama dengan no 1. Tapi cukup ampuh juga kok.

4. Minum Enkasari/air garam.
Ini juga metode yg cukup ampuh. Sudah teruji juga kok.

5. Sikat gigi yg teratur.
Menurut dokter gigiku, salah satu penyebab sariawan adalah buruknya kesehatan mulut/gigi kita. Sikat gigi yg teratur (dan benar) bisa jadi solusi ampuh. Jika perlu tambahkan pembersih mulut tambahan, yg fungsinya tidak hanya menghilangkan karang gigi, tapi juga menyembuhkan sariawan (efek samping saja sih).

Semoga berguna....btw, kalo ada solusi lain, jangan lupa berbagi ya??nyengir
»»  Baca Selengkapnya...

Sariawan Adalah Kelainan Pada Selaput Lendir Mulut

Sariawan merupakan suatu kelainan pada selaput lendir mulut, yang ditandai adanya bercak luka berwarna putih pada dinding mulut atau bibir. Meski kecil dan letaknya tersembunyi di rongga mulut namun sariawan bisa menimbulkan rasa nyeri hebat.


Di dalam rongga mulut banyak terdapat bakteri dan jamur yang bisa menyebabkan sariawan.Sariawan juga bisa disebabkan karena gangguan keseimbangan tubuh akibat stres, kurang vitamin C, kurang tidur. Faktor lain yang menyebabkan sariawan antara lain kesalahan menggosok gigi, apalagi jika menggosoknya serampangan dan tak hati-hati. Luka di seputar mulut akibat tergigit atau terjatuh juga bisa menyebabkan infeksi dalam bentuk sariawan.

Pemakaian gigi palsu atau kawat gigi yang tidak pas juga akan membuat jaringan lunak teriritasi sehingga timbul sariawan. Sebatang rokok juga bisa merusak vitamin C yang ada dalam tubuh, akibatnya seorang perokok lebih mudah terkena sariawan.

Sariawan yang disebabkan oleh faktor lokal infeksi biasanya akan sembuh dalam waktu dua minggu. Akan tetapi, bila luka mirip sariawan tetap menetap hingga berbulan-bulan, bisa jadi itu merupakan tanda penyakit serius, seperti HIV/AIDS atau kanker mulut.

Karena itu bila Anda mengidap penyakit sariawan yang tak kunjung sembuh, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Ada beberapa cara yang bisa mencegah sariawan, misalnya makan dengan tenang agar bibir atau lidah tidak tergigit. Luka di kedua tempat itu lambat penyembuhannya sehingga mudah terkena infeksi bakteri atau kuman di mulut. Pastikan gigi dan mulut selalu terawat, berkumurlah dengan antiseptik jika ada gangguan sariawan, serta hindari stres.

Perbanyak pula sayuran dan buah-buahan karena banyak mengandung vitamin C, B2, B5, dan asam folat yang sangat bermanfaat mencegah sariawan.


Sumber:

http://www.tanyapepsodent.com/sariawan-76

»»  Baca Selengkapnya...

Sariawan Bukan Disebabkan Kurang Vitamin C

karena aku lagi sariawan aku posting lah informasi tentang sariawan, -__- , cekidot:

Sariawan bisa terasa ringan, tapi bisa juga menyengsarakan. Gara-gara luka kecil berwarna putih di bibir, bahkan lidah, gusi, dan langit-langit mulut ini, orang jadi tak enak makan, sulit bicara, dan badannya jadi panas dingin. Banyak orang mengira sariawan dipicu oleh kekurangan vitamin C. Ternyata itu anggapan yg salah.

Dalam istilah medis, sariawan disebut stomatitis aphte reccurent, yaitu peradangan atau luka pada mukosa (daerah lunak di dalam rongga mulut). Bentuknya bisa berupa luka kecil hingga diameter satu sentimeter.

 obat, obat sariawan, penyebab sariawan, sariawan mulut, anak sariawan, mengobati sariawan, obat sariawan tradisional, obat untuk sariawan, sariawan bayi, sariawan lidah

Dari tampilannya, sariawan terbagi atas tiga tipe, yaitu minor, mayor, dan tipe mirip herpes. Sariawan minor memiliki diameter maksimal sekitar satu sentimeter, tipe mayor lebih besar lagi. Untuk tipe herpes, kecil-kecil tapi banyak.

“Umumnya sariawan ditandai rasa nyeri seperti terbakar dan seringkali menyulitkan penderitanya untuk menelan makanan,” kata Drg. Dyah Juniar, Sp.PM, ahli penyakit mulut dari Lembaga Kedokteran Gigi TNI AL, Jakarta.

sariawan bisa menyerang siapa saja, termasuk anak usia dua tahun.

Beragam sebab

Selama ini banyak orang menganggap, sariawan timbul karena kekurangan vitamin C. Bahkan, ada orang yg percaya, sariawan bisa diobati dengan menempelkan tablet vitamin C atau cabai yg memang kaya akan vitamin C.

“Anggapan itu harus diluruskan. Kekurangan vitamin C tidak menyebabkan sariawan, tapi radang gusi atau gingivitis,” katanya.

Ada beragam penyebab sariawan. Bisa karena tergigit waktu makan, luka saat sikat gigi, alergi makanan (misalnya rujak, nanas, cabai), atau infeksi bakteri. “Infeksi di saluran pencernaan juga bisa memicu sariawan. Meski yang terganggu sistem pencernaan, wujudnya di rongga mulut dalam bentuk sariawan,” ucapnya.

Ketidakseimbangan hormon juga bisa memicu sariawan. “Misalnya wanita yang sedang menstruasi, kondisi hormonalnya mengalami perubahan. Nah, saat itulah sariawan bisa timbul,” ujarnya.

Banyak penelitian menunjukkan, faktor psikologis seperti stres berlebihan bisa menyebabkan sariawan. “Ketika stres, daya tahan tubuh bisa menurun. Inilah yang membuat sariawan timbul,” ungkap Drg. Dyah.

Terkait daya tahan tubuh, adanya penyakit yang menyerang kekebalan seperti HIV/AIDS atau leukemia juga bisa membuat sariawan lebih mudah muncul. “Karena itu, ada kalanya dokter perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mendapatkan hasil pasti agar sariawan bisa disingkirkan sepenuhnya. Jadi tidak hanya mengobati sariawannya, tapi juga penyebab utamanya,” paparnya.

Sembuh sendiri

Berita baiknya, sariawan bisa sembuh sendiri secara alami dalam waktu 4-7 hari.

Bila sudah tidak tahan dengan rasa perih atau gemas karena susah makan, bisa menggunakan obat luar untuk mengusir sariawan. Pilihan obatnya beragam, mulai dari salep kortikosteroid, obat tetes, hingga obat kumur antiseptik yang bisa dengan mudah dijumpai di pasaran.

Untuk sariawan karena alergi, Drg. Dyah menganjurkan agar pasien mengenali apa yang menjadi pencetus alerginya. Jika sudah diketahui, sebaiknya menjauhi pencetusnya. “Jika sariawan disebabkan rujak, ya sebaiknya tidak usah makan rujak,” ujarnya.

Pasien juga harus memperhatikan kondisi tubuhnya untuk mempercepat penyembuhan. “Sebab jika dalam masa penyembuhan dia stres, durasi sembuhnya bisa tambah lama,” katanya.

Ia lalu menyarankan untuk berkonsultasi ke dokter jika sariawan terus berlanjut, padahal segala faktor penyebab sudah dikendalikan.

Akibat Kurang Makan Sayur

Makanan yang diasup sejak kecil hingga dewasa mempunyai dampak yang cukup besar terhadap terjadinya sariawan. Dijelaskan oleh Drg. Dyah Juniar, Sp.PM, ahli kesehatan mulut dari Lembaga Kedokteran Gigi TNI AL, Jakarta, peran makanan terhadap timbulnya sariawan terkait dengan kandungan mikronutrisi.

Menurut Drg. Dyah, bahan pangan yang kita asup setiap hari memiliki makronutrisi dan mikronutrisi. “Masalah yang disebabkan oleh makronutrisi itu mudah terlihat dan cepat dirasakan efeknya, misalnya jika tubuh kekurangan karbohidrat, kita akan merasa kelaparan. Nah, yang repot kalau tubuh kekurangan mikronutrisi seperti zinc, kalsium, dan berbagai vitamin. Efeknya lama untuk dirasakan. Salah satunya adalah sariawan,” papar Drg. Dyah.

Hal ini bisa menjelaskan mengapa ada sebagian orang yang selalu terserang sariawan, sedangkan orang lain tidak. “Saat ini masyarakat lebih memperhatikan kuantitas ketimbang kualitas makanan. Yang penting kenyang dan enak. Padahal, yang enak itu belum tentu ada nutrisinya,” katanya, merujuk pada kebiasaan masyarakat perkotaan menyantap makanan cepat saji (fast food) atau junkfood.

Kebiasaan makan dari kecil pun menjadi perhatian Drg. Dyah. Menurutnya, jika sejak kecil seseorang jarang atau malah tidak pernah mengasup sayuran, kemungkinan terkena sariawan lebih besar ketimbang orang yang sering makan sayuran.

“Memang ketika kecil belum terasa akibatnya. Tapi, jika sejak kecil sudah kekurangan mikronutrisi yang berasal dari sayuran, akan terwujud dalam berbagai masalah kesehatan ketika dewasa, salah satunya sariawan yang terus-menerus,” tuturnya.

Ditambahkan, sariawan itu sebenarnya berkaitan dengan kondisi dan kekebalan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, peran makanan tidak bisa diabaikan. Kebiasaan makan sayur harus diterapkan sedari kecil.

Jika anak tidak suka sayuran, cobalah untuk mengonsumsi suplemen yang mengandung berbagai nutrisi dalam sayuran. Saat ini suplemen macam itu sudah banyak tersedia di apotek.

“Suplemen ini diperlukan untuk mengatasi sariawan secara keseluruhan. Karena percuma saja mengobati sariawannya, tapi penyebab utamanya dibiarkan,” imbuhnya.

Bisa Jadi Gejala Kanker Mulut

Pada sebagian orang, sariawan sering mampir tanpa jeda. Baru sembuh beberapa hari, eh timbul lagi. Herannya, mereka masih menyepelekannya. Seharusnya sariawan diwaspadai jika sering mampir.

Menurut DR. Drg. Tri Erri Astoeti, MKes, ahli kesehatan gigi dan mulut dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta, sariawan yang timbul terus-menerus bisa jadi tanda dari suatu penyakit. Yang sering terjadi namun luput dari perhatian adalah kanker di rongga mulut.

Jika dilihat dengan mata telanjang, semua bentuk sariawan bisa dibilang sama. Hanya berupa bintik putih atau peradangan biasa. Padahal, jika dilakukan pemeriksaan medis, hasil diagnosisnya bisa bermacam-macam.

“Waspadalah jika sariawan terjadi di tempat yang sama selama kurun waktu dua minggu atau lebih. Apalagi jika obat-obatan yang diberikan tidak membantu sama sekali. Lebih baik diperiksakan ke dokter, dikhawatirkan itu gejala kanker,” ucapnya.

Drg. Erri memaparkan bahwa rongga mulut merupakan pintu masuk dari banyak hal dari luar tubuh. Selain itu, pembuluh darah dan lapisannya pun tipis.

“Kondisi ini yang membuat bibit sel kanker mudah terjadi dibagian tubuh ini,” ujar Drg. Erri.

Ia menjelaskan, saat ini kanker mulut atau istilah medisnya squamosa karsinoma, menempati urutan kesembilan dalam daftar jenis kanker yang paling sering diderita oleh penduduk Indonesia. Kanker mulut ini jika dibiarkan bisa menyebar dengan cepat ke seluruh organ dan jaringan tubuh lain.

Bila sel kanker sudah tumbuh dan meryebar, mesti dioperasi. Bisa juga diberikan terapi tambahan seperti radioterapi ataupun kemoterapi.

“Jika telat ditangani bisa fatal akibatnya. Sebagian besar penderita kanker mulut meninggal akibat telat menyadari dan menangani penyakitnya,” katanya.

»»  Baca Selengkapnya...

Mengidap Penyakit Sariawan ini Obatnya

Penyakit sariawan (chanker sores, ulkus aftosa) memiliki nama yang bermacam-macam sesuai dengan jenis dan penyebab dari sariawan.

Sariawan disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain bakteri, jamur, alergi makanan, asam lambung, kurang vitamin, fisik: tergigit, digigit dll. Obat sariawan pun beraneka ragam dari yang tradisional sampai yang modern. Secara medis obat sariawan yang sering digunakan adalah anti histamin, steroid, anti jamur, anti bakteri, vitamin c.

 obat, obat sariawan, penyebab sariawan, sariawan mulut, anak sariawan, mengobati sariawan, obat sariawan tradisional, obat untuk sariawan, sariawan bayi, sariawan lidah

Bentuk kemasan pun beraneka ragam: tablet, tablet hisap, larutan, sachet, dll. Kita mungkin sudah mengenal obat-obatan untuk sariawan yang dijual bebas di pasaran yang mengandung zat tertentu, antara lain mengandung:

1. Povidon Iodida
2. Heksetidin
3. Mikonazol
4. Dekualinum
5. Gentian Violet

Dan memang zat-zat yang disebutkan diatas sangat bermanfaat khususnya bagi penyembuhan sariawan, tapi ingat ada efek sampingnya dan tentu saja harus mengeluarkan uang yang lumayan gede.
Nah Disini saya coba meringkas beberapa obat tradisional untuk menyembuhkan sariawan yang ramah lingkungan dan bersahabat.

Jambu Air
Kulit batang jambu air kira2 10 gr (yg masih muda), dicuci & ditumbuk halus ditambah setengah gelas air matang dan disaring. hasil saringan digunakan berkumur.

Saga
Di beberapa daerah, Saga memiliki nama yang berbeda. Orang Jawa menyebutnya Saga telik atau Saga manis. Di Aceh disebut Thaga, Sunda menyebutnya Saga areuy atau saga leutik. Sedangkan di Gorontalo namanya Walipopo. Piling-piling nama lokal Saga di Bali. Dan sederet nama daerah lainya seperti; Seugeu (Gayo), Ailalu pacar (Ambon); Saga buncik, Saga ketek (Minangkabau), Kaca (Bugis).
Adapun caranya adalah ambil daun saga secukupnya. Daun saga yang baru dipetik, sebaiknya dijemur beberapa menit agar layu. Lalu, daun saga bisa dikunyah-kunya sampai halus untuk berkumur

Air Kelapa
Air Kelapa, lebih baik lagi Air Kelapa Hijau. Air kelapa mengandung berbagai vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.
Nah Sekarang tinggal pilih mau yang tradisional atau yang modern, terserah anda. tapi selamat mencoba, dijamin manjur.

»»  Baca Selengkapnya...

Penyakit Sariawan Penyakit Yang Menjengkelkan

APAKAH SARIAWAN ITU?

Sariawan (Chanker Sores, Ulkus Aftosa) adalah suatu luka terbuka yang kecil di dalam mulut, yang menimbulkan nyeri.

Mungkin kita pernah bahkan sering mengalami sariawan,penyakit yang satu ini kadang memang bikin kita stress karena gangguan yang ditimbulkan,Sariawan lebih sering terjadi pada wanita.
Pertama muncul biasanya pada usia 10-40 tahun.

 obat, obat sariawan, penyebab sariawan, sariawan mulut, anak sariawan, mengobati sariawan, obat sariawan tradisional, obat untuk sariawan, sariawan bayi, sariawan lidah

Sariawan yang kecil (diameter kurang dari 1 cm) sering muncul dalam satu kelompok yang terdiri dari 2-3 luka terbuka; biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam 10 hari dan tidak meninggalkan jaringan parut.

Sariawan yang lebih besar, jarang terjadi; bentuknya tidak teratur, memerlukan waktu beberapa minggu untuk mengalami penyembuhan dan sering meninggalkan jaringan parut.
GEJALA SARIAWAN
Gejala utama adalah rasa nyeri, yang berlangsung selama 4-10 hari.
Nyeri akan bertambah buruk bila lidah menyentuh sariawan atau jika penderita makan makanan yang pedas atau panas.

Sariawan yang berat dapat menyebabkan demam, pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan rasa letih/lesu.

Sariawan dapat terjadi berulang, mungkin satu sampai beberapa kali dalam setahun.

DIAGNOSA SARIAWAN
Diagnosis ditegakkan berdasarkan ditemukannya luka sariawan dan nyeri yang dirasakan penderita.
Sariawan tampak sebagai bintik bulat putih dengan pinggiran yang berwarna merah.
Hampir selalu terbentuk di jaringan longgar dan lembut, terutama di bibir atau pipi sebelah dalam, lidah atau langit-langit lunak mulut, dan kadang di tenggorokan.

PENGOBATAN PADA SARIAWAN
Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi nyeri sampai luka sembuh dengan sendirinya.

Suatu obat bius (misalnya lidokain kental) bisa dioleskan pada luka atau digunakan sebagai obat kumur.
Obat ini untuk sementara waktu dapat mengurangi nyeri sehingga penderita bisa makan, meskipun sedikit mempengaruhi rasa.

Karboksimetilselulosa juga bisa dioleskan untuk mengurangi nyeri.

Jika terdapat lebih dari satu luka, diberikan obat kumur tetrasiklin.
Obat ini juga diberikan kepada penderita yang mengalami serangan berulang dari sariawan yang berat.

Pilihan lainnya adalah kauterisasi dengan nitrat perak, yang merusak saraf dibawah sariawan.

Kadang diberikan salep kortikosteroid yang dioleskan langsung ke luka.
Untuk sariawan yang berat, diberikan tablet prednison atau obat kumur deksametason.

»»  Baca Selengkapnya...

Sariawan Hubungannya Dengan Oral sex

Hallo Dokter.

Sejak kecil saya sering menderita sariawan. Istri saya sebelum menikah jarang sekali menderita sariawan tetapi sesudah menikah dengan saya dia jadi sering menderita sariawan.
Kita juga sering melakukan oral seks. Sekitar setahun sesudah menikah jika sariawan saya kambuh, di kemaluan saya juga luka seperti sariawan.
Sekarang pada saat kambuh ada rasa nyeri/geli di sekitar kemaluan atau paha kadang juga di kaki. Frekuensi kambuh kadang sebulan sekali. Pertanyaan saya:

1. Apakah saya menderita herpes?
2. Apakah rasa nyeri/geli di sekitar paha, kemaluan atau kaki itu berbahaya?
3. Apakah herpes dapat disembuhkan?
4. Apakah frekuensi kambuh dapat dikurangi? Apakah ada suplemen untuk itu?

Sejak kecil saya sering menderita sariawan. Istri saya sebelum menikah jarang sekali menderita sariawan tetapi sesudah menikah dengan saya dia jadi sering menderita sariawan.

Kita juga sering melakukan oral seks. Sekitar setahun sesudah menikah jika sariawan saya kambuh, di kemaluan saya juga luka seperti sariawan.
Sekarang pada saat kambuh ada rasa nyeri/geli di sekitar kemaluan atau paha kadang juga di kaki. Frekuensi kambuh kadang sebulan sekali.

Saya sekarang tinggal di Abu Dhabi sehingga tidak punya nomor telepon Jakarta

Terima kasih sebelumnya

 obat, obat sariawan, penyebab sariawan, sariawan mulut, anak sariawan, mengobati sariawan, obat sariawan tradisional, obat untuk sariawan, sariawan bayi, sariawan lidah

Jawaban:

Tn. Adi yang terhormat,

melihat pertanyaan Anda, lebih baik kita lihat sedikit mengenai penyakit Herpes.

Herpes

adalah penyakit virus yang dapat disebabkan oleh 2 macam virus, yaitu :

1. Virus Varicella Zoster, yang menyebabkan penyakit Herpes Zoster
2. Virus Herpes Simpleks tipe I atau tipe II, yang menyebabkan penyakit Herpes Simpleks


Penyakit Herpes yang menyebabkan keluhan pada kelamin adalah Herpes Simpleks.

Infeksi dapat berlangsung primer maupun berulang. Infeksi primer berlangsung kira-kira 3 minggu dan sering disertai gejala sistemik, misalnya demam, rasa lemas, kurangnya nafsu makan dan dapat disertai pembengkakan kelenjar getah bening regional.

Virus Herpes Simpleks tipe I biasanya menginfeksi daerah sekitar pinggang ke atas terutama daerah mulut dan hidung, biasanya dimulai pada usia anak-anak. Penularan dapat terjadi secara kebetulan, misalnya kontak kulit pada perawat, dokter gigi, atau pada orang yang sering menggigit jari. Sedangkan infeksi Virus Herpes Simpleks tipe II mengenai daerah pinggang ke bawah, terutama daerah genital.

Cara hubungan orogenital (oral seks), dapat menyebabkan herpes pada daerah genital yang disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks tipe I atau di daerah mulut dan rongga mulut yang disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks tipe II.

Kelainan yang dapat ditemukan berupa lenting berkelompok di atas kulit dan selaput lendir yang kemerahan, dan bengkak, berisi cairan yang jernih yang kemudian menjadi berwarna kekuningan, dapat mengering seperti koreng dan kadang membentuk luka seperti sariawan (ulkus) yang dangkal, biasanya sembuh tanpa bekas. Pada perabaan pinggiran ulkus itu tidak teraba keras. Bila terdapat infeksi sekunder gambarannya mungkin menjadi tidak jelas.


Infeksi yang berulang (rekurens)

terjadi apabila Virus Herpes Simpleks pada ganglion dorsalis mencapai kulit sehingga menimbulkan gejala klinis. Hal ini dapat dipicu oleh gangguan fisik (demam, infeksi, kurang tidur, hubungan seksual, dan sebagainya), Gangguan psikis (gangguan emosional), obat-obatan tertentu, menstruasi dan dapat pula diakibatkan oleh jenis makanan dan minuman yang merangsang.

Gejala yang timbul lebih ringan daripada infeksi primer dan berlangsung kira-kira 7-10 hari. Sering ditemukan gejala lokal sebelum timbul lenting, yaitu rasa panas, gatal dan nyeri. Keluhan ini dapat timbul pada tempat yang sama atau tempat lain dan sekitarnya.

Penatalaksanaan

Penyakit Herpes Simpleks dibagi menjadi 2, yaitu :

1. Medikamentosa

Secara umum diberikan antivirus yang diminum dan terapi berdasarkan gejala (simptomatik), seperti kompres pada ulkus dan anti nyeri. Pada infeksi primer yang berat mungkin membutuhkan perawatan Rumah Sakit. Sedangkan pada infeksi ulangan yang ringan cukup diberikan salep antivirus atau terapi simptomatik saja.

2. Non Medikamentosa

Pasien harus mengerti bahwa Herpes Simpleks termasuk penyakit menular seksual. Karenanya penting mengetahui bahaya, cara penularan, potensi penularan pada pasangan seksualnya, dan kecenderungan untuk berulang. Untuk menghindari penularan terhadap pasangan seksual, pasien harus menghindari hubungan seksual sebelum sembuh atau menggunakan kondom. Hal yang juga perlu dilakukan adalah pemeriksaan terhadap pasangan seksual, bila memungkinkan.

Setelah membaca uraian di atas, kita bisa melihat bahwa keluhan yang sudah Anda uraikan ini pun masih perlu diperjelas. Sariawan dapat disebabkan oleh beberapa hal. Misalnya, trauma atau infeksi langsung pada kulit dan selaput lendir serta dapat pula bermula dari infeksi pada kulit dan selaput lendir yang membentuk lenting lalu akhirnya pecah dan membentuk ulkus.

Dari cerita Anda mungkin penyakit yang Anda derita bukan Herpes Simpleks. Karena gambaran yang Anda berikan tidak sesuai dengan penjelasan di atas.

Rasa nyeri/geli pada paha, kemaluan dan kemaluan mungkin bagian dari penyakit yang Anda derita. Namun, selama kita belum mengetahui penyakit yang Anda derita maka belum dapat dikatakan bahwa keluhan itu tidak berbahaya.

Karena pada Virus Herpes Simpleks dapat ditemukan di ganglion dorsalis tanpa adanya gejala, maka penyakit ini selalu mempunyai kemungkinan untuk kambuh. Namun. bila penatalaksanaan dilakukan dini dan tepat, maka masa penyakit berlangsung dapat lebih singkat dan rekurensi semakin jarang.

Frekuensi kekambuhan dapat dikurangi dengan menghindari faktor yang memicu infeksi rekurens. Sampai saat ini belum ditemukan suplemen secara klinis terbukti dapat mengurangi kekambuhan. Sebaiknya Anda menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi, berolahraga dan menghindari faktor pemicu infeksi rekurens.

Perlu Anda ketahui bahwa dalam setiap rongga mulut manusia terdapat banyak macam kuman penyakit yang mungkin berbeda antara satu manusia dengan yang lain. Seperti juga pada Anda dan istri. Hal ini dapat menjelaskan mengapa istri Anda menjadi sering menderita sariawan setelah menikah. Seperti yang kita ketahui dalam sebuah hubungan seksual biasanya mengikutkan ciuman yang dalam. Dalam proses itu dapat terjadi proses tukar menukar air liur dan termasuk kuman. Apalagi Anda juga mempunyai kebiasaan untuk melakukan oral seks. Pada oral seks dapat terjadi perpindahan kuman dari kulit daerah kelamin maupun cairan kelamin ke pasangan seksual. Pada kedua proses tersebut, bila kuman yang baru itu tidak dikenali oleh tubuh kita dan kita tidak mempunyai pertahanan yang cukup, maka dapat bermanifestasi menjadi berbagai penyakit, misalnya sariawan.

Namun, akan lebih baik bila Anda dan istri berkonsultasi dengan dokter. Karena setiap penyakit dengan gejala pada kulit maupun selaput lendir perlu dilihat bentuknya dengan jelas.

Semoga dapat membantu
»»  Baca Selengkapnya...

Pemicu Sariawan Pada Bayi

Dot yang terlalu keras dan keseringan minum obat juga bisa membuat si kecil
menderita penyakit ini.
Sariawan pada bayi kerap bikin bingung orang tua. Malah banyak yang tidak
menyangka kalau anak berusia 0-12 bulan bisa mengalaminya. Jadi ketika si kecil rewel berkepanjangan dan enggan makan maupun menyusu, kita tak pernah
mengaitkannya dengan kemungkinan penyakit tersebut. Padahal, sariawan bisa
menimpa siapa saja. Bahkan sekitar 20 persen populasi berisiko terkena
sariawan, termasuk bayi.
 obat, obat sariawan, penyebab sariawan, sariawan mulut, anak sariawan, mengobati sariawan, obat sariawan tradisional, obat untuk sariawan, sariawan bayi, sariawan lidah

Jadi mulai sekarang, saat si kecil menujukkan rewel yang tidak biasa dan
menolak minum/makan, coba periksa bagian mulutnya. Ciri-ciri fisik sariawan
pada bayi hampir sama kok dengan sariawan orang dewasa, yakni adanya bintik
putih yang dilingkari lingkaran berwarna merah. Namun jangan keliru, pada bayi
sering juga ditemukan tanda putih agak buram di langit-langit mulutnya. Sekilas
mirip sariawan, tapi sebenarnya adalah apstain pearl atau mutiara apstain. Ini
sifatnya fisiologis dan akan menghilang sendiri.

Sebagai informasi, penyakit dengan bahasa ilmiah stomatitis ini lebih sering
ditemukan pada bayi 6 bulan ke atas. Pada usia ini umumnya bayi baru tumbuh
gigi sehingga karena belum terbiasa dengan organ barunya tersebut bisa jadi ada
bagian mulutnya yang tergigit sehingga luka lantas memunculkan sariawan. Toh,
bukan berarti bayi di bawah 6 bulan akan terhindar sepenuhnya dari penyakit
ini. Hanya saja, menurut dr. Stephanus J. Sarmili, Sp.A., kemungkinan
kejadiannya lebih jarang karena ia masih memiliki sisa antibodi dari ibu,
terutama bayi yang diberi ASI eksklusif.

RAGAM PEMICU SARIAWAN

Selanjutnya spesialis anak Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya, Jakarta, ini
menjabarkan pemicu sariawan pada bayi:

* Makanan/Minuman Panas

Mulut bayi belum sekuat orang dewasa. Jadi hati-hati saat membuatkan
makanan/minuman bagi si kecil. Selalu periksa keadaan suhunya; masih kepanasan atau sudah cukup hangat untuk diterima mulut mungilnya. Justru anggapan bahwa susu yang memancar terlalu kencang dari botol bisa memicu terjadinya sariawan ternyata tidak tepat. Kecuali jika susu tersebut bersuhu tinggi. Jadi penyebabnya bukan kekuatan pancarannya tapi, sekali lagi, karena suhu yang panas.

* Traumatik

Yang dimaksud traumatik di sini, mulut anak terluka oleh sesuatu; entah karena
gusinya tergigit atau terkena gesekan dot yang terlalu keras. Seperti yang
sudah disinggung, kejadian luka pada gusi bayi bisa berkaitan dengan
ketidaknyamanan bayi akibat giginya yang baru tumbuh. Antisipasinya, coba
berikan ia teether (mainan khusus untuk digigit-gigit) sehingga rasa tidak
nyamannya dapat berkurang. Gesekan dot yang berkontur agak kasar dan terbuat dari karet yang keras juga memungkinkan munculnya sariawan. Jadi sebaiknya gunakan dot yang dibuat dari bahan lunak dan lentur seperti dari silikon.

* Zat kimia

Pemakaian obat-obatan yang terlalu lama umpamanya pada bayi yang harus
mengonsumsi obat untuk menyembuhkan vlek pada paru-parunya bisa memunculkan sariawan. Zat kimia yang dikandung dalam obat bersifat asam. Bila tersisa di mulut bisa memicu sariawan karena proses pengasaman akan mengundang datangnya bakteri. Untuk itu, sedapat mungkin, setelah meminumkan obat, minumkan bayi air putih sehingga sisa-sisa obat tidak menempel di gusi maupun dinding mulut.

AKAN SEMBUH SENDIRI

Yang perlu dicermati, faktor makanan/minuman terlalu panas, traumatik, ataupun
zat kimia, merupakan pemicu bukan penyebab. Menurut Stephanus, penyebab utama sariawan adalah virus yang menempel di mulut yang sedang terluka. "Ini sangat mungkin terjadi karena banyak virus bertebaran di udara. Nah ketika masuk ke dalam mulut kemudian menempel di luka akan memunculkan sariawan."

Sebenarnya dalam rentang 10-14 hari biasanya sariawan akan sembuh dengan
sendirinya. Namun pada bayi perlu pena- nganan segera karena sariawan dapat
menimbulkan gejala- gejala penyerta (simtomatis) yang membuatnya tidak nyaman.
"Bila tidak diobati, memang relatif tidak ada bahaya yang mengancam jiwa bayi.
Masalahnya, sariawan menimbulan nyeri dan rasa yang tidak nyaman. Kalau tidak ditangani, bayi jadi tidak mau makan. Belum lagi ia akan terus-menerus rewel karena nyeri dan perut kosong. Nah, efek lanjutan inilah yang harus
diantisipasi," ujar Stephanus.

Jadi jika si kecil menderita sariawan, bawalah ia ke dokter. Biasanya dokter
akan meresepkan beberapa obat untuk menghilangkan gejala-gejala simtomatis.
Misalnya, obat penghilang nyeri yang dirasakan, obat penurun panas untuk mengurangi demam yang bisa muncul akibat rasa nyeri yang diderita, dan lainnya.
"Yang jelas tidak ada obat untuk menyembuhkan sariawannya karena hingga kini
memang belum ada obat untuk itu."

Bagaimana dengan vitamin C? Memang ada yang mengaitkan sariawan dengan
kekurangan vitamin C sehingga pengobatan seringkali disertai dengan pemberian
vitamin tersebut. Sebenarnya, vitamin C selain untuk meningkatkan daya tahan
tubuh juga membantu epitelisasi, yakni proses pembentukan sel-sel/jaringan
baru, termasuk yang ada di dalam mulut. "Diharapkan, dengan pemberian vitamin C proses penyembuhan luka bisa lebih cepat terjadi," kata Stephanus.

SARIAWAN SEPERTI HFMD

Ingat kan penyakit "impor" dari Singapura yang disebut HFMD (Hand-
Foot-Mouth-Disease) yang sempat menghebohkan Indonesia? Nah, penyakit yang diindonesiakan menjadi penyakit tangan kaki dan mulut ini memiliki salah satu gejala yang tak berbeda jauh dengan sariawan. Pada mulut penderita akan muncul bintik-bintik putih, mirip sariawan. Bedanya penyakit yang disebabkan virus flu singapura (coxsackievirus) ini bisa memicu demam pada bayi hingga 41° C.
Sementara sariawan kalaupun sampai memunculkan demam tidak akan mencapai suhu setinggi itu.

(milis-NaKiTa)
»»  Baca Selengkapnya...
Related Posts with Thumbnails