Tampilkan postingan dengan label sariawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sariawan. Tampilkan semua postingan

Obat Sariawan Tradisional dengan Air Kelapa

Saya termasuk orang yang paling sering dihinggapi sariawan, dari kecil hingga dewasa. Sariawan pun datang kadang 1-2 bulan sekali, berbagai obat sudah digunakan untuk menyembuhkan sariawan. Kadang memberikan efek menyembuhkan kadang malah bikin parah. Sekarang penyakit sariawan tak berani nongol lagi, kalau pun ada sariawan pun tak betah berlama-lama.

 obat, obat sariawan, penyebab sariawan, sariawan mulut, anak sariawan, mengobati sariawan, obat sariawan tradisional, obat untuk sariawan, sariawan bayi, sariawan lidah

Penyakit sariawan (chanker sores, ulkus aftosa) memiliki nama yang bermacam-macam sesuai dengan jenis dan penyebab dari sariawan. Sariawan disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain bakteri, jamur, alergi makanan, asam lambung, kurang vitamin, fisik: tergigit, digigit :) dll. Obat sariawan pun beraneka ragam dari yang tradisional sampai yang modern. Secara medis obat sariawan yang sering digunakan adalah anti histamin, steroid, anti jamur, anti bakteri, vitamin c. Bentuk kemasan pun beraneka ragam: tablet, tablet hisap, larutan, sachet, dll. Dengan nama yang beraneka ragam dari Albothyl sampai Adem Sari. Tanda dan gejala dari sariawan pun bermacam-macam.

Berdasarkan pengalaman saya sendiri, obat sariawan yang sangat murah meriah dan memberikan efek yang sangat cepat dan terbukti manjur adalah Air Kelapa, lebih baik lagi Air Kelapa Hijau. Air kelapa mengandung berbagai vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Juga sangat dianjurkan banyak minum air putih agar selaput lendir ronga mulut tidak kering dan mengurangi rasa nyeri serta mempercepat proses.

Jika ada yang kena sariawan, silakan dicoba dengan air kelapa. Selain memberikan efek mempercepat penyembuhan (kuratif) sariawan, juga dapat digunakan untuk pencegahan (preventif) selain itu juga dapat menyehatkan, dan menyegarkan badan. Tapi jangan keseringan, apa pun kalau kelewat bisa berefek negatif lho.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat!

»»  Baca Selengkapnya...

Penyebab Sariawan dan Cara Pencegahan Sariawan

Banyak penelitian menunjukkan jika faktor psikologis, seperti emosi dan stress merupakan faktor penyebab terjadinya sariawan. Selain itu, kondisi lain yg juga menyebabkan memicu terjadinya sariawan adalah :
1. Kekurangan vitamin B, vitamin C, dan zat besi
2. Luka tergigit pada bibir atau lidah akibat susunan gigi yang tidak teratur
3. Luka karena menyikat gigi terlalu keras atau bulu sikat gigi yang sudah mengembang
4. Alergi terhadap suatu makanan (seperti cabai atau nanas, atau dll)
5. Gangguan hormonal (seperti sebelum atau sesudah menstruasi)
6. Adanya infeksi oleh mikroorganisme


 obat, obat sariawan, penyebab sariawan, sariawan mulut, anak sariawan, mengobati sariawan, obat sariawan tradisional, obat untuk sariawan, sariawan bayi, sariawan lidah

Cara pencegahan :
1. Menghindari kondisi stress
2. Sering mengonsumsi buah dan sayuran, terutama yang mengandung vitamin B, vitamin C, dan zat besi
3. Jaga kesehatan atau kebersihan gigi dan mulut
4. Hindari makanan dan obat – obatan yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada rongga mulut
5. Hindari makanan terlalu panas dan pedas

Pengobatan secara alami :
1. 11 kuntum bunga belimbing asam, asam jawa, dan gula merah.. Rebus bersama – sama dengan dua gelas air sampai mendidih hingga tinggal satu gelas. Minum pagi dan sore.
2. Berkumur dengan air hangat yang sudah dicampur garam
3. Daun sirih. Dapat dikunyah langsung atau daun direbus terlebih dahulu. Air hasil rebusan setelah disaring dapat diminum. Dalam daun sirih terdapat antioksidan dan pembunuh bakteri sehingga membuat sariawan tidak betah lama – lama.

Kunyit Bisa Menolong :
Kunyit atau dalam bahasa Jawa disebut kunrir, bisa menolong meringankan siksaan sariawan. Bahkan mengonsumsi kunyit bisa mencegah. Caranya gampang, yakni sbb :
1. Ambil sekitar 2 ruas kunyit, lalu parut hingga halus
2. Beri sedikit air putih matang, kira – kira 2 sendok makan
3. Saring dan tambahkan sedikit madu
4. Lalu minum teratur tiga kali sehari. Langkah ini bisa mempercepat penyembuhan sariawan

»»  Baca Selengkapnya...

Sariawan Bukan Disebabkan Kurang Vitamin C

karena aku lagi sariawan aku posting lah informasi tentang sariawan, -__- , cekidot:

Sariawan bisa terasa ringan, tapi bisa juga menyengsarakan. Gara-gara luka kecil berwarna putih di bibir, bahkan lidah, gusi, dan langit-langit mulut ini, orang jadi tak enak makan, sulit bicara, dan badannya jadi panas dingin. Banyak orang mengira sariawan dipicu oleh kekurangan vitamin C. Ternyata itu anggapan yg salah.

Dalam istilah medis, sariawan disebut stomatitis aphte reccurent, yaitu peradangan atau luka pada mukosa (daerah lunak di dalam rongga mulut). Bentuknya bisa berupa luka kecil hingga diameter satu sentimeter.


 obat, obat sariawan, penyebab sariawan, sariawan mulut, anak sariawan, mengobati sariawan, obat sariawan tradisional, obat untuk sariawan, sariawan bayi, sariawan lidah

Dari tampilannya, sariawan terbagi atas tiga tipe, yaitu minor, mayor, dan tipe mirip herpes. Sariawan minor memiliki diameter maksimal sekitar satu sentimeter, tipe mayor lebih besar lagi. Untuk tipe herpes, kecil-kecil tapi banyak.

“Umumnya sariawan ditandai rasa nyeri seperti terbakar dan seringkali menyulitkan penderitanya untuk menelan makanan,” kata Drg. Dyah Juniar, Sp.PM, ahli penyakit mulut dari Lembaga Kedokteran Gigi TNI AL, Jakarta.

sariawan bisa menyerang siapa saja, termasuk anak usia dua tahun.

Beragam sebab

Selama ini banyak orang menganggap, sariawan timbul karena kekurangan vitamin C. Bahkan, ada orang yg percaya, sariawan bisa diobati dengan menempelkan tablet vitamin C atau cabai yg memang kaya akan vitamin C.

“Anggapan itu harus diluruskan. Kekurangan vitamin C tidak menyebabkan sariawan, tapi radang gusi atau gingivitis,” katanya.

Ada beragam penyebab sariawan. Bisa karena tergigit waktu makan, luka saat sikat gigi, alergi makanan (misalnya rujak, nanas, cabai), atau infeksi bakteri. “Infeksi di saluran pencernaan juga bisa memicu sariawan. Meski yang terganggu sistem pencernaan, wujudnya di rongga mulut dalam bentuk sariawan,” ucapnya.

Ketidakseimbangan hormon juga bisa memicu sariawan. “Misalnya wanita yang sedang menstruasi, kondisi hormonalnya mengalami perubahan. Nah, saat itulah sariawan bisa timbul,” ujarnya.

Banyak penelitian menunjukkan, faktor psikologis seperti stres berlebihan bisa menyebabkan sariawan. “Ketika stres, daya tahan tubuh bisa menurun. Inilah yang membuat sariawan timbul,” ungkap Drg. Dyah.

Terkait daya tahan tubuh, adanya penyakit yang menyerang kekebalan seperti HIV/AIDS atau leukemia juga bisa membuat sariawan lebih mudah muncul. “Karena itu, ada kalanya dokter perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mendapatkan hasil pasti agar sariawan bisa disingkirkan sepenuhnya. Jadi tidak hanya mengobati sariawannya, tapi juga penyebab utamanya,” paparnya.

Sembuh sendiri

Berita baiknya, sariawan bisa sembuh sendiri secara alami dalam waktu 4-7 hari.

Bila sudah tidak tahan dengan rasa perih atau gemas karena susah makan, bisa menggunakan obat luar untuk mengusir sariawan. Pilihan obatnya beragam, mulai dari salep kortikosteroid, obat tetes, hingga obat kumur antiseptik yang bisa dengan mudah dijumpai di pasaran.

Untuk sariawan karena alergi, Drg. Dyah menganjurkan agar pasien mengenali apa yang menjadi pencetus alerginya. Jika sudah diketahui, sebaiknya menjauhi pencetusnya. “Jika sariawan disebabkan rujak, ya sebaiknya tidak usah makan rujak,” ujarnya.

Pasien juga harus memperhatikan kondisi tubuhnya untuk mempercepat penyembuhan. “Sebab jika dalam masa penyembuhan dia stres, durasi sembuhnya bisa tambah lama,” katanya.

Ia lalu menyarankan untuk berkonsultasi ke dokter jika sariawan terus berlanjut, padahal segala faktor penyebab sudah dikendalikan.

Akibat Kurang Makan Sayur

Makanan yang diasup sejak kecil hingga dewasa mempunyai dampak yang cukup besar terhadap terjadinya sariawan. Dijelaskan oleh Drg. Dyah Juniar, Sp.PM, ahli kesehatan mulut dari Lembaga Kedokteran Gigi TNI AL, Jakarta, peran makanan terhadap timbulnya sariawan terkait dengan kandungan mikronutrisi.

Menurut Drg. Dyah, bahan pangan yang kita asup setiap hari memiliki makronutrisi dan mikronutrisi. “Masalah yang disebabkan oleh makronutrisi itu mudah terlihat dan cepat dirasakan efeknya, misalnya jika tubuh kekurangan karbohidrat, kita akan merasa kelaparan. Nah, yang repot kalau tubuh kekurangan mikronutrisi seperti zinc, kalsium, dan berbagai vitamin. Efeknya lama untuk dirasakan. Salah satunya adalah sariawan,” papar Drg. Dyah.

Hal ini bisa menjelaskan mengapa ada sebagian orang yang selalu terserang sariawan, sedangkan orang lain tidak. “Saat ini masyarakat lebih memperhatikan kuantitas ketimbang kualitas makanan. Yang penting kenyang dan enak. Padahal, yang enak itu belum tentu ada nutrisinya,” katanya, merujuk pada kebiasaan masyarakat perkotaan menyantap makanan cepat saji (fast food) atau junkfood.

Kebiasaan makan dari kecil pun menjadi perhatian Drg. Dyah. Menurutnya, jika sejak kecil seseorang jarang atau malah tidak pernah mengasup sayuran, kemungkinan terkena sariawan lebih besar ketimbang orang yang sering makan sayuran.

“Memang ketika kecil belum terasa akibatnya. Tapi, jika sejak kecil sudah kekurangan mikronutrisi yang berasal dari sayuran, akan terwujud dalam berbagai masalah kesehatan ketika dewasa, salah satunya sariawan yang terus-menerus,” tuturnya.

Ditambahkan, sariawan itu sebenarnya berkaitan dengan kondisi dan kekebalan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, peran makanan tidak bisa diabaikan. Kebiasaan makan sayur harus diterapkan sedari kecil.

Jika anak tidak suka sayuran, cobalah untuk mengonsumsi suplemen yang mengandung berbagai nutrisi dalam sayuran. Saat ini suplemen macam itu sudah banyak tersedia di apotek.

“Suplemen ini diperlukan untuk mengatasi sariawan secara keseluruhan. Karena percuma saja mengobati sariawannya, tapi penyebab utamanya dibiarkan,” imbuhnya.

Bisa Jadi Gejala Kanker Mulut

Pada sebagian orang, sariawan sering mampir tanpa jeda. Baru sembuh beberapa hari, eh timbul lagi. Herannya, mereka masih menyepelekannya. Seharusnya sariawan diwaspadai jika sering mampir.

Menurut DR. Drg. Tri Erri Astoeti, MKes, ahli kesehatan gigi dan mulut dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta, sariawan yang timbul terus-menerus bisa jadi tanda dari suatu penyakit. Yang sering terjadi namun luput dari perhatian adalah kanker di rongga mulut.

Jika dilihat dengan mata telanjang, semua bentuk sariawan bisa dibilang sama. Hanya berupa bintik putih atau peradangan biasa. Padahal, jika dilakukan pemeriksaan medis, hasil diagnosisnya bisa bermacam-macam.

“Waspadalah jika sariawan terjadi di tempat yang sama selama kurun waktu dua minggu atau lebih. Apalagi jika obat-obatan yang diberikan tidak membantu sama sekali. Lebih baik diperiksakan ke dokter, dikhawatirkan itu gejala kanker,” ucapnya.

Drg. Erri memaparkan bahwa rongga mulut merupakan pintu masuk dari banyak hal dari luar tubuh. Selain itu, pembuluh darah dan lapisannya pun tipis.

“Kondisi ini yang membuat bibit sel kanker mudah terjadi dibagian tubuh ini,” ujar Drg. Erri.

Ia menjelaskan, saat ini kanker mulut atau istilah medisnya squamosa karsinoma, menempati urutan kesembilan dalam daftar jenis kanker yang paling sering diderita oleh penduduk Indonesia. Kanker mulut ini jika dibiarkan bisa menyebar dengan cepat ke seluruh organ dan jaringan tubuh lain.

Bila sel kanker sudah tumbuh dan meryebar, mesti dioperasi. Bisa juga diberikan terapi tambahan seperti radioterapi ataupun kemoterapi.

“Jika telat ditangani bisa fatal akibatnya. Sebagian besar penderita kanker mulut meninggal akibat telat menyadari dan menangani penyakitnya,” katanya.

»»  Baca Selengkapnya...

Cara Mencegah dan Menghindari Sariawan

Penyakit sariawan tentu tidak asing lagi di telinga kita. Sepertinya ini penyakit ringan, tapi bisa bikin makan kita jadi tak enak karena bibir perih, dan kadang bikin badan jadi panas dingin.

Sariawan buat orang awam mungkin hanya identik dengan luka di rongga mulut. Padahal, penyakit yang mirip seperti itu banyak sekali. Contohnya, infeksi herpes zooster pada rongga mulut, sampai pada kanker daerah mulut juga terkadang menimbulkan gejala yang sama.

Dalam bahasa kedokteran, sariawan biasa disebut stomatitis aphte reccurent yaitu peradangan atau luka di daerah mukosa (daerah lunak di dalam rongga mulut kita) seperti permukaan dalam bibir dan permukaan dalam pipi, gusi, lidah, dan daerah langit-langit. Sariawan bisa berupa luka yang kecil sampai dengan diameternya lebih dari satu cm. Semakin besar diameter luka biasanya penyembuhan semakin lama dan kalau sembuh bisa menimbulkan bekas luka.

Meski begitu, yang terasa sekali amat mengganggu kalau sedang sariawan adalah rasa nyeri dan juga bikin sulit makan. Ada kalanya pula, sariawan dapat disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening yang biasanya teraba di daerah leher. Pembengkakan kelenjar tersebut terkadang juga kita rasakan agak nyeri.

 obat, obat sariawan, penyebab sariawan, sariawan mulut, anak sariawan, mengobati sariawan, obat sariawan tradisional, obat untuk sariawan, sariawan bayi, sariawan lidah

Beragam pemicu

Ada banyak penyebab yang menyebabkan bibir kita harus menderita karena sariawan. Misalnya saja, trauma atau luka akibat tergigit, gigi palsu yang tidak pas atau susunan gigi kita yang berantakan sehingga kalau dipakai mengunyah bisa mengenai gusi atau permukaan dalam pipi.

Juga bisa karena infeksi yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur, serta kekurangan vitamin dan zat-zat mineral seperti asam folat, vitamin c, vitamin B 12, zat besi, zink, dan alergi.

Ketidakseimbangan hormon pun bisa berpengaruh. Misalnya, untuk kamu yang cewek pasti sempat mengalami gangguan menjelang menstruasi. Adanya suatu penyakit lain seperti AIDS, leukimia, yang utamanya berakibat pada daya tahan tubuh yang menurun juga bikin sariawan lebih mudah muncul dibandingkan dengan kita yang normal.

Selain itu, Ada juga yang menyebutkan salah satu penyebabnya yaitu faktor psikologis, misalnya saat stres.

Sebenarnya, untuk pengobatan sariawan yang khusus tidak ada karena sariawan itu merupakan peradangan. Biasanya dokter memberikan obat salep khusus antiradang yang bisa dioleskan di daerah sariawan. Berkumur dengan obat kumur antiseptik juga cukup membantu mempercepat penyembuhan dan mengurangi rasa sakit. Yang sederhana di rumah, kumur dengan larutan air garam hangat.

Umumnya sih sariawan itu dapat sembuh sendiri. Paling lambat proses penyembuhannya sekitar dua minggu. Tetapi, kalau sariawannya berat dan sudah ada infeksi bakteri mungkin kita perlu minum antibiotik.

»»  Baca Selengkapnya...

Saat Sariawan Menyerang Anda

Siapa yang tidak pernah mengalami penyakit yang satu ini, hampir 98% manusia di dunia ini pernah mengalami penyakit stomatitis atau yang lebih dikenal dengan sariawan. Penyakit ini memang bukan termasuk penyakit ‘berat’, namun kehadirannya sangat mengganggu aktifitas Anda.

Walaupun termasuk dalam golongan penyakit ringan dan mudah diobati, ternyata sariawan ini bisa juga dikatagorikan penyakit berat jika tidak segera diobati. Sariawan yang tergolong berat biasanya timbul bersamaan dengan penyakit-penyakit lainya, seperti alergi (Sindroma Steven’s Johnson) atau kekurangan vitamin C (scorbut).

Gejala-gejala yang timbul jika Anda atau keluarga terkena sariawan adalah terjadinya radang, nyeri (sakit kepala), demam, bengkak dan rasa panas di tempat luka. Sariawan biasanya muncul dalam bentuk luka-luka bundar berwarna putih, disertai ruam merah di sekitar luka yang meradang.
Sariawan bisanya terjadi karena kondisi mulut itu sendiri, seperti kebersihan mulut yang buruk, pemasangan gigi palsu, luka pada mulut karena makan atau minum yang terlalu panas atau sangat asam dan gusi yang tergigit sehingga terluka dan tubuh kekurangan vitamin C.

Memang kasus sariawan tidak lepas dari kekurangan vitamin yang satu ini, karena jika seseorang kekurangan vitamin ini akan mengakibatkan jaringan di dalam rongga mulut dan jaringan penghubung antara gusi dan gigi menjadi mudah robek yang akhirnya menyebabkan sariawan.

Sariawan bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi yang berusia 6-24 bulan sampai dengan orang dewasa. Jika Anda terserang sariawan Anda pun akan merasakan susahnya mengunyah makanan dan yang pasti akan terasa perih. Duh seram yah, orang dewasa saja merasa kesakitan apalagi jika hal itu terjadi pada anak Anda yang masih balita? Aduh kasihan ya.

Untuk mengatasi sariawan memang mudah karena banyak di pasaran yang menjual obat sariawan mulai dari salep sampai obat kumur. Biasanya sariawan akan hilang dalam jangka waktu 2-3 hari dan Anda pun bisa menikmati lezatnya makanan yang Anda makan. Tapi keadaan justru terbalik, jika sariawan timbul karena penyakit tertentu makan penanganannya pun berbeda.

Dari sekian banyak obat sariawan yang ada di pasaran, cara alami yang sangat ampuh dan murah meriah adalah dengan banyak mengkonsumsi sayur dan buah, karena banyak sekali vitamin C yang terkandung di kedua jenis makanan tersebut.

»»  Baca Selengkapnya...

Beberapa Penyebab Seseorang Menderita Sariawan

Bulan April 2007 lalu, aku menderita sariawan yg cukup parah, karena baru sembuh setelah 3 minggu menderita.sedih Jika Hendro pernah menulis tips mengatasi memerangi sariawan, nah yg ingin aku tulis adalah penyebab sariawan, setidaknya dari pengalamanku dan orang2 yg aku ketahui.

 obat, obat sariawan, penyebab sariawan, sariawan mulut, anak sariawan, mengobati sariawan, obat sariawan tradisional, obat untuk sariawan, sariawan bayi, sariawan lidah


Beberapa penyebab seseorang menderita sariawan, antara lain:
1. Telat makan.
Efek terlambat makan tidak hanya sakit maag, namun juga sariawan. Aku sendiri pernah mengalaminya. Untungnya aku tidak punya sejarah sakit maag, namun begitu...jika terlambat makan selama beberapa hari (let's say...2-3 hari) secara berturut-turut, biasanya pada hari keempat akan mulai muncul bibit2 sariawan, minimal benjol2 kecil berwarna kemerahan.

Solusinya? Jelas...tidak lain dan tidak bukan adalah memperbanyak pasokan makanan dan HARUS TERATUR...!!

2. Maniak kerja, sehingga telat makan.
Ini juga terkait dengan poin 1. Kalo sudah asyik kerja, biasanya telat makan atau malah lupa makan. Akibat ketidak teraturan masuknya makanan, perut akan mengalami 'shock' dan ujung2nya sariawan. Menurutku, 'masih untung' jika menderita sariawan jika telat makan, daripada sakit maag.

Solusinya? Sediakan cemilan di tempat kerja atau di tas, sehingga perut senantiasa terisi (tidak kosong).

3. Masuk angin.
Percaya atau tidak, bagi beberapa orang, masuk angin menyebabkan dia menderita sariawan. ADa yg bilang masuk angin disebabkan telat makan (poin 1). Buat mereka, solusinya tidak hanya makan yg cukup/tepat waktu, namun kadang kerokan/pijat menjadi obat juga untuk menyembuhkan masuk angin (dan sariawan).

4. Terlalu banyak makan pedas.
Meski sambal/cabe mengandung banyak vitamin C, tapi konsumsi yg berlebihan akan membuat perut (usus) menderita. Akibatnya usus akan melakukan 'reaksi' balik yg mengakibatkan sakit sariawan.

Solusinya jelas, kurangi makan pedas. Jika perlu perbanyak makan sayur.

5. Kurang istirahat.
Sedikit banyak terkait dg poin 2, yakni maniak kerja. Aku pernah sariawan akibat kurang istirahat. Normalnya, aku tidur sehari semalam berkisar 4-6 jam. Satu waktu aku tidur hanya 2-3 jam, itupun tidak cukup pulas/nyenyak. Ini terjadi selama 2-3 hari berturut-turut. Dan pada hari kelima, muncul luka sariawan.

Solusinya adalah menambahkan waktu istirahat. Jika perlu hari Sabtu atau Minggu menjadi hari balas dendam istirahat...tidur seharian jika perlu.ngakak

6. Tergigit.
Nah, kalo ini terjadi saat kita asyik makan, apalagi makanan favorit. Keasyikan mengunyah (apalagi sambil ngobrol ngalor ngidul) akan membuat kita akan menggigit bibir/lidah kita secara tidak sengaja. Jika terjadi beberapa kali dan di tempat yg sama, bisa dipastikan luka sariawan akan kian cepat muncul.

Solusinya makanlah dg hati2 dan kurangi ngobrol.

7. Ciuman.
Salah satu penyebab sariawan, yg menurutku rada konyol. Cerita temanku, saking harotnya (semangat alias hot) ciumannya dia dengan pasangannya (psstt...jangan salah, mereka suami istri lho..), katanya selesai French Kiss (wah, aku sendiri ndak ngerti istilah itu lho...siyul2) kok bibirnya/lidahnya terasa sakit. Ternyata sariawan muncul di situ.

8. Mulut kurang bersih. (thx buat Fajri, yg ini emang ketinggalan ditulis)
Ini terjadi karena...ya jelas, mulutnya kurang bersih. Jarang gosok gigi. Meski demikian, penyebab ini jarang aku alami.

Solusinya, ya jelas...gosok gigi lah...

Aku sendiri punya solusi yg cukup ampuh untuk menyembuhkan sariawan, yakni:
1. Makan cabe.
Jika sariawan BUKAN disebabkan karena terlalu banyak makan yg pedas (poin 4), maka aku segera makan cabe. Perih? Oh...ga usah ditanya betapa perihnya...tapi biasanya cukup ampuh. Hanya saja, belakangan ini metode ini sudah tidak cukup efektif. Penyebabnya, sariawan yg aku derita kian KEBAL. Jika dulu makan 2-3 cabe sudah cukup (bisa menyembuhkan), maka sekarang kadang hampir 10 cabe tidak cukup mengusir sariawan.

Biar lebih cepat sembuh, saat makan cabe, coba cabenya diarahkan ke luka sariawannya. Kalo perlu teriak, teriak dah...tapi biasanya ampuh lho.cekikikan

2. Tidur/istirahat dan makan yg cukup.
Tambahkan 1-2 jam istirahat selama seminggu, insya ALLOH akan sembuh. Tidak lupa makan yg cukup (terutama gizi harus memadai).

3. Pake albothyl.
Jangan kuatir, adanya campuran air keras di albothyl hanyalah HOAX belaka. Perihnya mungkin sama dengan no 1. Tapi cukup ampuh juga kok.

4. Minum Enkasari/air garam.
Ini juga metode yg cukup ampuh. Sudah teruji juga kok.

5. Sikat gigi yg teratur.
Menurut dokter gigiku, salah satu penyebab sariawan adalah buruknya kesehatan mulut/gigi kita. Sikat gigi yg teratur (dan benar) bisa jadi solusi ampuh. Jika perlu tambahkan pembersih mulut tambahan, yg fungsinya tidak hanya menghilangkan karang gigi, tapi juga menyembuhkan sariawan (efek samping saja sih).

Semoga berguna....btw, kalo ada solusi lain, jangan lupa berbagi ya??nyengir
»»  Baca Selengkapnya...

Beberapa Tips Untuk Mengobati Sariawan

Kalo sedang sariawan rasanya tidak enak, mau senyum susah, mengunyah makanan sakit dan rasa perih. Minum vitamnin C 500mg sebenarnya sudah sangat membantu mempercepat kesembuhan luka. Jika ditanya penyebab sariawan karena apa? bisa karena sistem imun tubuh tidak seimbang, kebersihan rongga mulut, kegigit waktu makan, kejedot dan bengkak.

Jika sudah minum vitamin C tidak sembuh mungkinkah ada cara lain? bagaimana sebaiknya? Tenang saja, tips saya ga akan menyuruh pake obat yang rasanya perih, ada kok cara yang tidak menyiksa, yaitu:

 obat, obat sariawan, penyebab sariawan, sariawan mulut, anak sariawan, mengobati sariawan, obat sariawan tradisional, obat untuk sariawan, sariawan bayi, sariawan lidah


1. Antiseptic
Jika sariawannya kecil, coba deh pake tablet lozanges Dequalinium Cl., sejenis tablet hisap yang berisi antiseptic (Degirol®, Decamedin®, SP Troches). Selain itu, kita bisa mengunakan obat kumur yang mengandung Povidone-Iodine., seperti Betadine® obat kumur,Orodin® spray, Neo Iodine® Gargle and mouthwash. Coba Garlin obat kumur hehehe. Manjur :D
Kalo sariawan atau gusimu bengkak coba deh pake Hexetidine + alcohol 9%, (Hexadol@ gargle mouthwash). Saya juga baru tahu hehehe, sudah dicoba dan terbukti oke .

2. Triamcinolone acetonide
Obat ini berbentuk salep yang dioleskan pada sariawan, namanya Kenalog in orabase®, Ketricin®. Beli diapotek juga ada kok, harganya sekitar 40.000-an. Obat ini cukup aman dipake dan dalam waktu 3 hari biasanya sudah membaik sariawannya.

Bila kamu sering mengalami sariawan, cobalah untuk selalu menjaga kesehatan rongga mulut. Ini bukan masalah rajin tidaknya mengosok gigi tapi imunitas yang tidak seimbang. Perhatikan kesehatanmu dan senyum sehat :D

Note: Sakit gigi atau sariawan akan mengurangi kegantenganmu loh :D

»»  Baca Selengkapnya...

Sariawan Adalah Kelainan Pada Selaput Lendir Mulut

Sariawan merupakan suatu kelainan pada selaput lendir mulut, yang ditandai adanya bercak luka berwarna putih pada dinding mulut atau bibir. Meski kecil dan letaknya tersembunyi di rongga mulut namun sariawan bisa menimbulkan rasa nyeri hebat.


Di dalam rongga mulut banyak terdapat bakteri dan jamur yang bisa menyebabkan sariawan.Sariawan juga bisa disebabkan karena gangguan keseimbangan tubuh akibat stres, kurang vitamin C, kurang tidur. Faktor lain yang menyebabkan sariawan antara lain kesalahan menggosok gigi, apalagi jika menggosoknya serampangan dan tak hati-hati. Luka di seputar mulut akibat tergigit atau terjatuh juga bisa menyebabkan infeksi dalam bentuk sariawan.

Pemakaian gigi palsu atau kawat gigi yang tidak pas juga akan membuat jaringan lunak teriritasi sehingga timbul sariawan. Sebatang rokok juga bisa merusak vitamin C yang ada dalam tubuh, akibatnya seorang perokok lebih mudah terkena sariawan.

Sariawan yang disebabkan oleh faktor lokal infeksi biasanya akan sembuh dalam waktu dua minggu. Akan tetapi, bila luka mirip sariawan tetap menetap hingga berbulan-bulan, bisa jadi itu merupakan tanda penyakit serius, seperti HIV/AIDS atau kanker mulut.

Karena itu bila Anda mengidap penyakit sariawan yang tak kunjung sembuh, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Ada beberapa cara yang bisa mencegah sariawan, misalnya makan dengan tenang agar bibir atau lidah tidak tergigit. Luka di kedua tempat itu lambat penyembuhannya sehingga mudah terkena infeksi bakteri atau kuman di mulut. Pastikan gigi dan mulut selalu terawat, berkumurlah dengan antiseptik jika ada gangguan sariawan, serta hindari stres.

Perbanyak pula sayuran dan buah-buahan karena banyak mengandung vitamin C, B2, B5, dan asam folat yang sangat bermanfaat mencegah sariawan.


Sumber:

http://www.tanyapepsodent.com/sariawan-76

»»  Baca Selengkapnya...

Mengatasi Sariawan Sewaktu Mulai Haid

Bagaimana cara mengatasi penyakit sariawan ?

selamat pagi dokter, ijin bertanya dari kecil saya sering sariawan sewaktu mulai haid penyakit sariawan saya semakin parah terutama menjelang haid sampai selesai haid sariawan saya semakin banyak diberbagai tempat hampir memenuhi bibir sehingga badan saya terkadang demam, 5 bulan yang lalu saya pasang ortho(kawat gigi) jadinya sariawan yang saya alami semakin parah, solusi apa yang tempuh untuk menghindari penyakit sariawan yang parah ini, sebelumnya saya ucapkan terimakasih dokter.
 obat, obat sariawan, penyebab sariawan, sariawan mulut, anak sariawan, mengobati sariawan, obat sariawan tradisional, obat untuk sariawan, sariawan bayi, sariawan lidah

Jawab:

Dear Toriz,selamat sore juga !

Saya ikut prihatin dengan seriawan Anda.

Supaya dapat pehamanan yang lebih utuh tt hal ini, pamanAGe sampaikan info berikut.
SARIAWAN : Suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa bercak berwarna keputihan dengan permukaan cekung berbentuk bulat, dangkal, dan berbatas tegas karena warna kemerahan di sekitarnya. Penyebabnya sampai sekarang belum dapat dipastikan, namun diketahui adanya beberapa faktor yang berperan, seperti trauma (jejas) karena tergigit, makanan/minuman panas, alergi (cabai, nenas, tembakau), kurang vitamin C atau zat besi., kelainan pencernaan (buang air besar tak teratur), kebersihan mulut kurang terjaga, kondisi tubuh sedang menurun dan faktor stres emosional. Stres ini dan jejas merupakan faktor saling menunjang untuk terjadinya serawan berulang. Sariawan bisa bertahan sekitar 4-20 hari, dan bila dibiarkan bisa sembuh sendiri .

Sampai sekarang belum ada pengobatan yang memuaskan. Bila belum sembuh dalam 20 hari hendaknya diperiksa dengan cermat apakah ada sel kanker dalam tukak ini.

Pengobatan diutamakan untuk meredakan rasa sakit/keluhan saja sebelum diketahui penyebabnya yang pasti. Ada jenis obat berbentuk salep dengan kandungan kortikosteroid yang dioleskan pada permukaan pada luka sariawan.Obat tetes gentian violet, perak nitrat, atau obat kumur dapat membantu mengurangi rasa sakit.

Tindakan pencegahan yang memuaskan juga belum ada. Upaya yang dilakukan biasanya berupa cara-cara menghilangkan faktor-faktor penyebab yang bisa menimbulkan seriawan, seperti menjaga kesehatan umum, kebersihan dan kesehatan mulut, mengurangi jejas pada mulut pada saat sikat gigi atau menggigit, hindari pemakaian pasta gigi yang terlalu pedas/panas, makanan atau alat yang menimbulkan alergi, serta menghilangkan stres emosional.

Ada juga seriawan berupa luka simetris yang terjadi pada langit-langit keras pada bayi, biasanya disebabkan oleh adanya tekanan berlebih puting susu pada langit-langit selama menyusui, mengisap jempol atau menggigit-gigit benda keras lainnya (Bednar’s Apthae)


CARA PENANGGULANGAN SARIAWAN
Cara penanggulangan sariawan adalah dengan obat oles mulut. Bila masih belum terjadi, yaitu baru luka umpamanya kena sodok sikat gigi atau tergigit, cepat-cepat diberi obat oles mulut yang sifatnya antiseptik seperti policresulen, chlorheksidin atau povidone iodine, biasanya cepat menolong dan sariawan jadi “batal”.

Saran khusus untuk Toriz :
kalau seriawannya masih juga mem"bandel" ada baiknya konsultasi dengan seorang dokter gigi spesialis penyakit mulut (Oral Medicine) yang biasa menangani kasus-kasus seperti ini.

Semoga info ini bermanfaat, salam dokter Age (Haryanto AG – pamanAGe)
»»  Baca Selengkapnya...

Sariawan Bukan Disebabkan Kurang Vitamin C

karena aku lagi sariawan aku posting lah informasi tentang sariawan, -__- , cekidot:

Sariawan bisa terasa ringan, tapi bisa juga menyengsarakan. Gara-gara luka kecil berwarna putih di bibir, bahkan lidah, gusi, dan langit-langit mulut ini, orang jadi tak enak makan, sulit bicara, dan badannya jadi panas dingin. Banyak orang mengira sariawan dipicu oleh kekurangan vitamin C. Ternyata itu anggapan yg salah.

Dalam istilah medis, sariawan disebut stomatitis aphte reccurent, yaitu peradangan atau luka pada mukosa (daerah lunak di dalam rongga mulut). Bentuknya bisa berupa luka kecil hingga diameter satu sentimeter.

 obat, obat sariawan, penyebab sariawan, sariawan mulut, anak sariawan, mengobati sariawan, obat sariawan tradisional, obat untuk sariawan, sariawan bayi, sariawan lidah

Dari tampilannya, sariawan terbagi atas tiga tipe, yaitu minor, mayor, dan tipe mirip herpes. Sariawan minor memiliki diameter maksimal sekitar satu sentimeter, tipe mayor lebih besar lagi. Untuk tipe herpes, kecil-kecil tapi banyak.

“Umumnya sariawan ditandai rasa nyeri seperti terbakar dan seringkali menyulitkan penderitanya untuk menelan makanan,” kata Drg. Dyah Juniar, Sp.PM, ahli penyakit mulut dari Lembaga Kedokteran Gigi TNI AL, Jakarta.

sariawan bisa menyerang siapa saja, termasuk anak usia dua tahun.

Beragam sebab

Selama ini banyak orang menganggap, sariawan timbul karena kekurangan vitamin C. Bahkan, ada orang yg percaya, sariawan bisa diobati dengan menempelkan tablet vitamin C atau cabai yg memang kaya akan vitamin C.

“Anggapan itu harus diluruskan. Kekurangan vitamin C tidak menyebabkan sariawan, tapi radang gusi atau gingivitis,” katanya.

Ada beragam penyebab sariawan. Bisa karena tergigit waktu makan, luka saat sikat gigi, alergi makanan (misalnya rujak, nanas, cabai), atau infeksi bakteri. “Infeksi di saluran pencernaan juga bisa memicu sariawan. Meski yang terganggu sistem pencernaan, wujudnya di rongga mulut dalam bentuk sariawan,” ucapnya.

Ketidakseimbangan hormon juga bisa memicu sariawan. “Misalnya wanita yang sedang menstruasi, kondisi hormonalnya mengalami perubahan. Nah, saat itulah sariawan bisa timbul,” ujarnya.

Banyak penelitian menunjukkan, faktor psikologis seperti stres berlebihan bisa menyebabkan sariawan. “Ketika stres, daya tahan tubuh bisa menurun. Inilah yang membuat sariawan timbul,” ungkap Drg. Dyah.

Terkait daya tahan tubuh, adanya penyakit yang menyerang kekebalan seperti HIV/AIDS atau leukemia juga bisa membuat sariawan lebih mudah muncul. “Karena itu, ada kalanya dokter perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mendapatkan hasil pasti agar sariawan bisa disingkirkan sepenuhnya. Jadi tidak hanya mengobati sariawannya, tapi juga penyebab utamanya,” paparnya.

Sembuh sendiri

Berita baiknya, sariawan bisa sembuh sendiri secara alami dalam waktu 4-7 hari.

Bila sudah tidak tahan dengan rasa perih atau gemas karena susah makan, bisa menggunakan obat luar untuk mengusir sariawan. Pilihan obatnya beragam, mulai dari salep kortikosteroid, obat tetes, hingga obat kumur antiseptik yang bisa dengan mudah dijumpai di pasaran.

Untuk sariawan karena alergi, Drg. Dyah menganjurkan agar pasien mengenali apa yang menjadi pencetus alerginya. Jika sudah diketahui, sebaiknya menjauhi pencetusnya. “Jika sariawan disebabkan rujak, ya sebaiknya tidak usah makan rujak,” ujarnya.

Pasien juga harus memperhatikan kondisi tubuhnya untuk mempercepat penyembuhan. “Sebab jika dalam masa penyembuhan dia stres, durasi sembuhnya bisa tambah lama,” katanya.

Ia lalu menyarankan untuk berkonsultasi ke dokter jika sariawan terus berlanjut, padahal segala faktor penyebab sudah dikendalikan.

Akibat Kurang Makan Sayur

Makanan yang diasup sejak kecil hingga dewasa mempunyai dampak yang cukup besar terhadap terjadinya sariawan. Dijelaskan oleh Drg. Dyah Juniar, Sp.PM, ahli kesehatan mulut dari Lembaga Kedokteran Gigi TNI AL, Jakarta, peran makanan terhadap timbulnya sariawan terkait dengan kandungan mikronutrisi.

Menurut Drg. Dyah, bahan pangan yang kita asup setiap hari memiliki makronutrisi dan mikronutrisi. “Masalah yang disebabkan oleh makronutrisi itu mudah terlihat dan cepat dirasakan efeknya, misalnya jika tubuh kekurangan karbohidrat, kita akan merasa kelaparan. Nah, yang repot kalau tubuh kekurangan mikronutrisi seperti zinc, kalsium, dan berbagai vitamin. Efeknya lama untuk dirasakan. Salah satunya adalah sariawan,” papar Drg. Dyah.

Hal ini bisa menjelaskan mengapa ada sebagian orang yang selalu terserang sariawan, sedangkan orang lain tidak. “Saat ini masyarakat lebih memperhatikan kuantitas ketimbang kualitas makanan. Yang penting kenyang dan enak. Padahal, yang enak itu belum tentu ada nutrisinya,” katanya, merujuk pada kebiasaan masyarakat perkotaan menyantap makanan cepat saji (fast food) atau junkfood.

Kebiasaan makan dari kecil pun menjadi perhatian Drg. Dyah. Menurutnya, jika sejak kecil seseorang jarang atau malah tidak pernah mengasup sayuran, kemungkinan terkena sariawan lebih besar ketimbang orang yang sering makan sayuran.

“Memang ketika kecil belum terasa akibatnya. Tapi, jika sejak kecil sudah kekurangan mikronutrisi yang berasal dari sayuran, akan terwujud dalam berbagai masalah kesehatan ketika dewasa, salah satunya sariawan yang terus-menerus,” tuturnya.

Ditambahkan, sariawan itu sebenarnya berkaitan dengan kondisi dan kekebalan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, peran makanan tidak bisa diabaikan. Kebiasaan makan sayur harus diterapkan sedari kecil.

Jika anak tidak suka sayuran, cobalah untuk mengonsumsi suplemen yang mengandung berbagai nutrisi dalam sayuran. Saat ini suplemen macam itu sudah banyak tersedia di apotek.

“Suplemen ini diperlukan untuk mengatasi sariawan secara keseluruhan. Karena percuma saja mengobati sariawannya, tapi penyebab utamanya dibiarkan,” imbuhnya.

Bisa Jadi Gejala Kanker Mulut

Pada sebagian orang, sariawan sering mampir tanpa jeda. Baru sembuh beberapa hari, eh timbul lagi. Herannya, mereka masih menyepelekannya. Seharusnya sariawan diwaspadai jika sering mampir.

Menurut DR. Drg. Tri Erri Astoeti, MKes, ahli kesehatan gigi dan mulut dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta, sariawan yang timbul terus-menerus bisa jadi tanda dari suatu penyakit. Yang sering terjadi namun luput dari perhatian adalah kanker di rongga mulut.

Jika dilihat dengan mata telanjang, semua bentuk sariawan bisa dibilang sama. Hanya berupa bintik putih atau peradangan biasa. Padahal, jika dilakukan pemeriksaan medis, hasil diagnosisnya bisa bermacam-macam.

“Waspadalah jika sariawan terjadi di tempat yang sama selama kurun waktu dua minggu atau lebih. Apalagi jika obat-obatan yang diberikan tidak membantu sama sekali. Lebih baik diperiksakan ke dokter, dikhawatirkan itu gejala kanker,” ucapnya.

Drg. Erri memaparkan bahwa rongga mulut merupakan pintu masuk dari banyak hal dari luar tubuh. Selain itu, pembuluh darah dan lapisannya pun tipis.

“Kondisi ini yang membuat bibit sel kanker mudah terjadi dibagian tubuh ini,” ujar Drg. Erri.

Ia menjelaskan, saat ini kanker mulut atau istilah medisnya squamosa karsinoma, menempati urutan kesembilan dalam daftar jenis kanker yang paling sering diderita oleh penduduk Indonesia. Kanker mulut ini jika dibiarkan bisa menyebar dengan cepat ke seluruh organ dan jaringan tubuh lain.

Bila sel kanker sudah tumbuh dan meryebar, mesti dioperasi. Bisa juga diberikan terapi tambahan seperti radioterapi ataupun kemoterapi.

“Jika telat ditangani bisa fatal akibatnya. Sebagian besar penderita kanker mulut meninggal akibat telat menyadari dan menangani penyakitnya,” katanya.

»»  Baca Selengkapnya...

Bagaimana Cara Mengatasi Penyakit Sariawan

Menderita sariawan atau stomatitis apthosa sungguh menyiksa.

Radang yang terjadi di daerah mukosa mulut berupa bercak putih itu bahkan bisa membuat Anda malas makan dan bicara.

Ada berbagai cara untuk menyembuhkan sariawan. Salah satunya adalah dengan meracik obat herbal berbahan dasar tanaman saga.

Tanaman dengan nama latin Abrus Precatoris ini termasuk jenis tumbuhan liar yang hidup di semak belukar atau biasa dijadikan tanaman pekarangan.

Tanaman saga, terutama daun dan akarnya, mengandung protein, vitamin A, B1, B6, C, kalsium oksalat, glisirizin, flisirizinat, polygalacturomic acid, dan pentosan.

Selain sariawan, tanaman saga juga berkhasiat menyembuhkan amandel dan radang pada mata.

 obat, obat sariawan, penyebab sariawan, sariawan mulut, anak sariawan, mengobati sariawan, obat sariawan tradisional, obat untuk sariawan, sariawan bayi, sariawan lidah

Berikut resep mujarab berbahan saga.

1. Sariawan
Bahan: daun saga secukupnya
Cara membuat: daun saga yang masih baru dipetik dijemur beberapa menit agar agak layu.
Cara menggunakan: dikunyah-kunyah sampai halus sambil untuk kumur.

2. Amandel
Bahan: akar saga secukupnya, sepotong kayu manis, dan gula batu secukupnya.
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal menyisakan air separuhnya.
Cara menggunakan: disaring dan diminum satu gelas setiap pagi dan sore.

3. Radang Mata
Bahan: segenggam daun saga
Cara membuat: daun saga digiling halus, kemudian direbus dengan dua gelas air untuk diambil uapnya.
Cara menggunakan: uap air daun saga tersebut dipakai untuk obat tetes mata.

»»  Baca Selengkapnya...

Sariawan Penyakit yang Ringan Tapi Cukup Menyiksa

Sariawan, tentu Anda sudah tak asing lagi mendengar namanya. Penyakit satu ini memang tak tergolong sebagai penyakit serius. Karena tak ‘serius’ ini jugalah yang membuat orang sepele. Tapi ketika sariawan menyerang, kondisi tubuh kita bisa dibuat tak nyaman. Makan jadi tidak enak, bicara pun jadi sulit. Rasanya perih dan kadang bisa bikin badan jadi panas dingin.

Sariawan atau dikenal dengan sebutan stomatitis adalah pembengkakan atau peradangan yang terjadi di lapisan mukosa mulut (daerah lunak di dalam rongga mulut). Penyakit ini biasa menyerang permukaan dalam bibir dan permukaan dalam pipi, gusi, lidah, dan daerah langit–langit di dalam mulut.


Untuk menandai apakah penyakit ini sariawan atau tidak cukup gampang. Jika mulut kita sedang terkena sariawan, maka akan terlihat luka kecil dengan diameter sekitar satu centi meter atau lebih. Semakin besar diameter lukanya biasanya masa penyembuhan pun semakin lama.”Kalau dibiarkan lukanya bisa tambah parah dan membesar. Butuh waktu yang lama untuk mengobatinya,” ujar dr. Reinfill, Dokter Umum yang juga Humas di RSU H Adam Malik Medan saat di tanya Global.

 obat, obat sariawan, penyebab sariawan, sariawan mulut, anak sariawan, mengobati sariawan, obat sariawan tradisional, obat untuk sariawan, sariawan bayi, sariawan lidah


Perbanyak Makan Sayuran


Rasa sakit seperti panas terbakar merupakan gejala dari sariawan. Penyakit ringan ini juga tak mengenal korbannya. Dari bayi sampai orangtua bisa terkena penyakit ini. Dalam tingkat yang lebih parah, sariawan muncul dalam bentuk lubang–lubang besar dalam rongga mulut, termasuk lubang yang ada di sekitar gusi.
Menurut dr. Reinfill, untuk pengobatan secara khusus itu tidak ada karena sariawan itu merupakan penyakit peradangan. Umumnya sariawan itu dapat sembuh sendiri. Paling lambat proses penyembuhannya sekitar 10 hari.


Apakah penyebab utama sariawan itu karena kurangnya vitamin C? Seperti anggapan kita selama ini? Jawabannya tidak. Karena, kata dr. Reinfill, kurangnya vitamin C hanya salah satu faktor pendukung munculnya sariawan. “Bukan gara–gara kurang konsumsi vitamin C, faktor utama terjadinya sariawan itu muncul adalah kurangnya mengkonsumsi buah dan sayur–sayuran. Selain juga kurangnya memerhatikan kebersihan mulut,” ungkap dr. Reinfill.


Dijelaskan dr. Renfill, kandungan yang terdapat pada sayur–sayuran sangat baik dikonsumsi oleh tubuh dan apabila tubuh kurang mengkonsumsi sayur–sayuran membuat tubuh kurang vitamin yang kemudian berefek pada timbulnya penyakit sariawan.“Sariawan itu sebenrnya berkaitan dengan kondisi tubuh dan kekebalan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, peran makanan tidak bisa diabaikan dan kebiasaan makan sayur harus diterapkan sedari kecil,” tuturnya.


Sementara itu, seperti dikutip dari Healthcentre, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan sariawan. Pertama akibat virus sariawan. Ini disebabkan oleh beberapa bentuk virus yang ada di dalam tubuh, termasuk kasus-kasus khusus seperti yang menyebabkan demam pada kelenjar, herpes dan penyakit mulut lainnya.


Kedua, akibat bakteri. Sariawan jenis ini biasanya suka terjadi jika seseorang menderita sakit tenggorokan atau penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri. Ketiga, akibat jamur. Sariawan ini timbul saat seseorang memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat rendah atau masalah kesehatan lainnya yang mungkin memerlukan penggunaan antibiotik dosis tinggi.


Keempat non-infeksi. Penyebab paling umumnya adalah terjadinya luka di mulut yang berulang, meskipun tidak diketahui penyebabnya tapi biasanya akan hilang dalam waktu 2 minggu. Sariawan ini juga bisa disebabkan adanya masalah dalam sistem pencernaan, kekurangan vitamin, riboflavin, miacin dan B12.
Selain keempat penyebab di atas, ada juga hal lain yang diduga dapat menyebabkan sariawan seperti kurang menjaga kebersihan mulut, pemasangan kawat gigi atau gigi palsu dan juga konsumsi makanan atau minuman yang panas.


Cari Sumber Penyakitnya


Perawatan yang dilakukan untuk mengobati sariawan adalah dengan mencari sumber penyebab sariawan tersebut. Namun mengatur makanan yang dikonsumsi juga bisa membantu, seperti menghindari makanan yang renyah atau makanan dengan rasa yang tajam. Usahakan untuk menggunakan sikat gigi yang lembut dan tetap menjaga kesehatan mulut dan gigi.


Nah, jika Anda adalah pengguna kawat gigi atau gigi palsu, maka mintalah dokter untuk memeriksanya saat sedang berkunjung untuk memastikan bahwa tidak ada masalah berarti. Biasanya sariawan akan hilang dengan sendirinya setelah 4 hari, tapi bila tak kunjung hilang sebaiknya mencari bantuan medis terutama jika disebabkan oleh infeksi bakteri yang membutuhkan antibiotik. Pencegahan sariawan juga bisa dengan menghindari terjadinya trauma atau benturan seperti menyikat gigi dengan lembut, tidak terburu-buru saat mengunyah makanan serta tidak berbicara saat sedang makan.


“Untuk mengobatinya itu tidak terlalu susah. Sariawan bisa dicegah dengan cara menjaga kebersihan mulut dan gigi dengan baik, melakukan pemeriksaan gigi teratur dan juga mengatur pola makan yang baik. Seperti mengurangi makanan yang dapat memicu iritasi pada lapisan mukosa mulut,” pungkas dr. Reinfill.

»»  Baca Selengkapnya...

Sariawan Hubungannya Dengan Oral sex

Hallo Dokter.

Sejak kecil saya sering menderita sariawan. Istri saya sebelum menikah jarang sekali menderita sariawan tetapi sesudah menikah dengan saya dia jadi sering menderita sariawan.
Kita juga sering melakukan oral seks. Sekitar setahun sesudah menikah jika sariawan saya kambuh, di kemaluan saya juga luka seperti sariawan.
Sekarang pada saat kambuh ada rasa nyeri/geli di sekitar kemaluan atau paha kadang juga di kaki. Frekuensi kambuh kadang sebulan sekali. Pertanyaan saya:

1. Apakah saya menderita herpes?
2. Apakah rasa nyeri/geli di sekitar paha, kemaluan atau kaki itu berbahaya?
3. Apakah herpes dapat disembuhkan?
4. Apakah frekuensi kambuh dapat dikurangi? Apakah ada suplemen untuk itu?

Sejak kecil saya sering menderita sariawan. Istri saya sebelum menikah jarang sekali menderita sariawan tetapi sesudah menikah dengan saya dia jadi sering menderita sariawan.

Kita juga sering melakukan oral seks. Sekitar setahun sesudah menikah jika sariawan saya kambuh, di kemaluan saya juga luka seperti sariawan.
Sekarang pada saat kambuh ada rasa nyeri/geli di sekitar kemaluan atau paha kadang juga di kaki. Frekuensi kambuh kadang sebulan sekali.

Saya sekarang tinggal di Abu Dhabi sehingga tidak punya nomor telepon Jakarta

Terima kasih sebelumnya

 obat, obat sariawan, penyebab sariawan, sariawan mulut, anak sariawan, mengobati sariawan, obat sariawan tradisional, obat untuk sariawan, sariawan bayi, sariawan lidah

Jawaban:

Tn. Adi yang terhormat,

melihat pertanyaan Anda, lebih baik kita lihat sedikit mengenai penyakit Herpes.

Herpes

adalah penyakit virus yang dapat disebabkan oleh 2 macam virus, yaitu :

1. Virus Varicella Zoster, yang menyebabkan penyakit Herpes Zoster
2. Virus Herpes Simpleks tipe I atau tipe II, yang menyebabkan penyakit Herpes Simpleks


Penyakit Herpes yang menyebabkan keluhan pada kelamin adalah Herpes Simpleks.

Infeksi dapat berlangsung primer maupun berulang. Infeksi primer berlangsung kira-kira 3 minggu dan sering disertai gejala sistemik, misalnya demam, rasa lemas, kurangnya nafsu makan dan dapat disertai pembengkakan kelenjar getah bening regional.

Virus Herpes Simpleks tipe I biasanya menginfeksi daerah sekitar pinggang ke atas terutama daerah mulut dan hidung, biasanya dimulai pada usia anak-anak. Penularan dapat terjadi secara kebetulan, misalnya kontak kulit pada perawat, dokter gigi, atau pada orang yang sering menggigit jari. Sedangkan infeksi Virus Herpes Simpleks tipe II mengenai daerah pinggang ke bawah, terutama daerah genital.

Cara hubungan orogenital (oral seks), dapat menyebabkan herpes pada daerah genital yang disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks tipe I atau di daerah mulut dan rongga mulut yang disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks tipe II.

Kelainan yang dapat ditemukan berupa lenting berkelompok di atas kulit dan selaput lendir yang kemerahan, dan bengkak, berisi cairan yang jernih yang kemudian menjadi berwarna kekuningan, dapat mengering seperti koreng dan kadang membentuk luka seperti sariawan (ulkus) yang dangkal, biasanya sembuh tanpa bekas. Pada perabaan pinggiran ulkus itu tidak teraba keras. Bila terdapat infeksi sekunder gambarannya mungkin menjadi tidak jelas.


Infeksi yang berulang (rekurens)

terjadi apabila Virus Herpes Simpleks pada ganglion dorsalis mencapai kulit sehingga menimbulkan gejala klinis. Hal ini dapat dipicu oleh gangguan fisik (demam, infeksi, kurang tidur, hubungan seksual, dan sebagainya), Gangguan psikis (gangguan emosional), obat-obatan tertentu, menstruasi dan dapat pula diakibatkan oleh jenis makanan dan minuman yang merangsang.

Gejala yang timbul lebih ringan daripada infeksi primer dan berlangsung kira-kira 7-10 hari. Sering ditemukan gejala lokal sebelum timbul lenting, yaitu rasa panas, gatal dan nyeri. Keluhan ini dapat timbul pada tempat yang sama atau tempat lain dan sekitarnya.

Penatalaksanaan

Penyakit Herpes Simpleks dibagi menjadi 2, yaitu :

1. Medikamentosa

Secara umum diberikan antivirus yang diminum dan terapi berdasarkan gejala (simptomatik), seperti kompres pada ulkus dan anti nyeri. Pada infeksi primer yang berat mungkin membutuhkan perawatan Rumah Sakit. Sedangkan pada infeksi ulangan yang ringan cukup diberikan salep antivirus atau terapi simptomatik saja.

2. Non Medikamentosa

Pasien harus mengerti bahwa Herpes Simpleks termasuk penyakit menular seksual. Karenanya penting mengetahui bahaya, cara penularan, potensi penularan pada pasangan seksualnya, dan kecenderungan untuk berulang. Untuk menghindari penularan terhadap pasangan seksual, pasien harus menghindari hubungan seksual sebelum sembuh atau menggunakan kondom. Hal yang juga perlu dilakukan adalah pemeriksaan terhadap pasangan seksual, bila memungkinkan.

Setelah membaca uraian di atas, kita bisa melihat bahwa keluhan yang sudah Anda uraikan ini pun masih perlu diperjelas. Sariawan dapat disebabkan oleh beberapa hal. Misalnya, trauma atau infeksi langsung pada kulit dan selaput lendir serta dapat pula bermula dari infeksi pada kulit dan selaput lendir yang membentuk lenting lalu akhirnya pecah dan membentuk ulkus.

Dari cerita Anda mungkin penyakit yang Anda derita bukan Herpes Simpleks. Karena gambaran yang Anda berikan tidak sesuai dengan penjelasan di atas.

Rasa nyeri/geli pada paha, kemaluan dan kemaluan mungkin bagian dari penyakit yang Anda derita. Namun, selama kita belum mengetahui penyakit yang Anda derita maka belum dapat dikatakan bahwa keluhan itu tidak berbahaya.

Karena pada Virus Herpes Simpleks dapat ditemukan di ganglion dorsalis tanpa adanya gejala, maka penyakit ini selalu mempunyai kemungkinan untuk kambuh. Namun. bila penatalaksanaan dilakukan dini dan tepat, maka masa penyakit berlangsung dapat lebih singkat dan rekurensi semakin jarang.

Frekuensi kekambuhan dapat dikurangi dengan menghindari faktor yang memicu infeksi rekurens. Sampai saat ini belum ditemukan suplemen secara klinis terbukti dapat mengurangi kekambuhan. Sebaiknya Anda menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi, berolahraga dan menghindari faktor pemicu infeksi rekurens.

Perlu Anda ketahui bahwa dalam setiap rongga mulut manusia terdapat banyak macam kuman penyakit yang mungkin berbeda antara satu manusia dengan yang lain. Seperti juga pada Anda dan istri. Hal ini dapat menjelaskan mengapa istri Anda menjadi sering menderita sariawan setelah menikah. Seperti yang kita ketahui dalam sebuah hubungan seksual biasanya mengikutkan ciuman yang dalam. Dalam proses itu dapat terjadi proses tukar menukar air liur dan termasuk kuman. Apalagi Anda juga mempunyai kebiasaan untuk melakukan oral seks. Pada oral seks dapat terjadi perpindahan kuman dari kulit daerah kelamin maupun cairan kelamin ke pasangan seksual. Pada kedua proses tersebut, bila kuman yang baru itu tidak dikenali oleh tubuh kita dan kita tidak mempunyai pertahanan yang cukup, maka dapat bermanifestasi menjadi berbagai penyakit, misalnya sariawan.

Namun, akan lebih baik bila Anda dan istri berkonsultasi dengan dokter. Karena setiap penyakit dengan gejala pada kulit maupun selaput lendir perlu dilihat bentuknya dengan jelas.

Semoga dapat membantu
»»  Baca Selengkapnya...

Sembuhkan Sariawan dengan Berdzikir

Berdzikir sangat dianjurkan oleh Rosululloh SAW. Dengan berdzikir, kita tidak saja memperoleh ketentraman hati, kelancaran dalam mencari rizki, keharmonisan rumah tangga dan sebagainya. Berdzikir juga dapat menstimulasi spirit optimisme dalam kita menjalani kehidupan.

Selalu berdzikir berarti kita selalu mengingat Alloh Swt. kapanpun dan di manapun kita berada. Sehingga apapun yang kita lakukan, yang kita hadapi atau yang akan kita kerjakan, semua kita niatkan untuk beribadah kepada Alloh Swt.

 obat, obat sariawan, penyebab sariawan, sariawan mulut, anak sariawan, mengobati sariawan, obat sariawan tradisional, obat untuk sariawan, sariawan bayi, sariawan lidah

Awalnya memang susah bagi beberapa orang untuk memulai berdzikir. Tetapi sekali dicoba, berdzikir akan menjadi sesuatu yang addictive. Artinya, kita akan merasa ada sesuatu yang kurang bila tidak berdzikir. Selain memberi rasa tentram dalam hati, berdzikir juga ternyata dapat menghilangkan penyakit sariawan. Ini mungkin sesuatu yang kontroversial. Tetapi ini sesuatu yang nyata yang dialami oleh salah satu jamaah MajelisMunajat.

Sebelum beliau terbiasa berdzikir, beliau menderita sariawan akut dimana sariawan tersebut selalu terjadi setiap minggu. Tentu hal ini sangat mengganggu. Beberapa antibiotik, vitamin serta suplemen sudah beliau coba untuk menghilangkan penyakit sariawan tersebut. Tetapi semua itu seperti tak berguna karena sariawan tersebut tetap saja muncul.

Tetapi, subhanalloh, setelah beliau aktif berdzikir, penyakit sariawan yang sudah lebih dari 20 tahun beliau derita sembuh. Mungkin kita tidak bisa mengatakan bahwa dzikir itu obat sariawan. Tetapi dengan berdzikir, penyakit mulut seperti sariawan dapat hilang atau sembuh.

»»  Baca Selengkapnya...

Cara Mencegah Sakit Sariawan di Bulan Puasa

Di bulan Puasa ini biasnya kita kekeringan/kehausan kita dapat terserang penyakit sariawan.Kita harus mencegah penyakit sariawan agar kita tidak terlihat sakit sariawan.

Tips Untuk mencegah penyakit sariawan:

1.Kita dapat meminum larutan panas dalam: kaki tiga,adam sari dll.
2.kita dapat mengoles dengan salep khusus panas dalam
3.Kita dapat minum air yang banyak.

Ada tips yang lebih mujarab dari itu dan lebih hemat.
 obat, obat sariawan, penyebab sariawan, sariawan mulut, anak sariawan, mengobati sariawan, obat sariawan tradisional, obat untuk sariawan, sariawan bayi, sariawan lidah


Tips Mencegah sariawan yang mujarab dan hemat:

1.Kita dapat membuat atau membeli jus strawbeery
2.Kita juga dapat membuat atau membeli jus nanas.
kalau anda kurang puas dengan rasa 2jus ini anda dapat mencampur strawbeery dan nanas.

Semoga anda dapat mancegah atau mengobati sakit panas dalam.
Semoga Cepat Sembuh!!
»»  Baca Selengkapnya...
Related Posts with Thumbnails